PGRI BONDOWOSO

MENGENAL ASESMEN PENGGANTI UN

Sebelum lulus dari SD, SMP, dan SMA, kita akan menghadapi ujian kelulusan. Nama ujiannya sendiri terus mengalami perubahan. Ada Ujian Penghabisan (1950-1960an), Ujian Negara (1965-1972), Ujian Sekolah (1972-1979), Ebtanas (1980-2000), Ujian Akhir Nasional (2001-2004), Ujian Nasional (2005-2013-an), dan Ujian Nasional Berbasis Komputer (2014-2020)

Pada 2021 nanti tak ada lagi Ujian Nasional. Ujian Nasional (UN) 2021 diganti dengan Asesmen Nasional. Tapi apa itu asesmen? Apakah ini semacam ujian seperti UN, tapi beda nama saja?

Asesmen Nasional adalah sistem penilaian baru yang akan diterapkan di sekolah. Sistem ini berbeda dengan Ujian Nasional atau UN yang digunakan pemerintah sebelumnya untuk menilai pendidikan.

“Asesmen Nasional tidak perlu persiapan khusus. Tidak usah cemas, tidak perlu bimbel khusus untuk asesmen nasional, untuk itu mari bersama mendukung pelaksanaan Asesmen Nasional mulai 2021,” kata Mendikbud , Nadiem Makarim.

Berikut penjelasan seputar Asesmen Nasional :

1. Apa itu Asesmen Nasional ?

Asesmen nasional adalah penilaian mutu sekolah, madrasah, dan program kesetaraan pada jenjang dasar serta menengah. Penilaian ini untuk meningkatkan kualitas pendidikan dengan informasi akurat.

Perbedaan Asesmen Nasional dengan UN adalah sifatnya yang tidak menentukan kelulusan. Selain itu, Asesmen Nasional dilakukan terhadap sekolah dengan sampel murid yang tidak bersifat individual layaknya UN.

2. Asesmen Nasional untuk kelas berapa ?

Peserta Asesmen Nasional adalah siswa kelas 5 jenjang SD/MI, kelas 8 tingkat SMP/MTs, dan kelas 11 untuk SMA/MA/SMK. Jadwal pelaksanaan Asesmen Nasional berbeda untuk tiap jenjang pendidikan.

Asesmen Nasioan jenjang SD/MI dilaksanakan pada Agustus 2021, sedangkan sekolah menengah rencananya dilakukan pada Maret- Pertengahan April 2021. Peserta Asesmen Nasional hanya sebagian murid dan guru yang dipilih Kemendikbud.

3. Apakah Asesmen Nasional menggantikan UN ?

Dengan adanya Asesmen Nasional, siswa dan sekolah tak perlu lagi melakukan UN seperti tahun sebelumnya. Siswa tidak perlu khawatir soal kelulusan atau harus belajar khusus.

“Asesmen Nasional tidak hanya dirancang sebagai pengganti Ujian Nasional dan Ujian Sekolah Berstandar Nasional, tetapi juga sebagai penanda perubahan paradigma tentang evaluasi pendidikan,” kata Nadiem

Hasil Asesmen Nasional adalah pemetaan mutu pendidikan pada seluruh fasilitas pendidikan di Indonesia. Peta kualitas ini menjadi cermin untuk mempercepat perbaikan mutu pendidikan di Indonesia.

4. Dampak Asesmen Nasional bagi siswa

Bagaimana dampak Asesmen Nasional buat kita? Akan seperti apa perbedaan asesmen dan UN nanti? Sebagaimana sudah dijelaskan apa itu asesmen Nasional, maka dapat disimpulkan bahwa Asesmen nasional

– tidak menentukan kelulusan

– tidak diberikan di akhir jenjang

– hasilnya tidak memuat nilai secara individu.

Menurut penjelasan Kemendikbud, pelaksanaan Asesmen Nasional nanti tidak akan melibatkan seluruh siswa. Pada setiap SMP/ MTs dan SMA/ MA/ SMK, akan dipilih maksimal 45 siswa sebagai responden. Inilah yang nantinya akan menjadi perbedaan assesment nasional dengan UN. As we know it, UN wajib diikuti oleh seluruh siswa di akhir jenjang.

5. Persiapan mengikuti Asesmen Nasional

Ada tiga komponen atau instrumen Asesmen Nasional. Ketiga komponen asesmen adalah:

a. Asesmen Kompetensi Minimum (AKM) yang mengukur literasi membaca dan numerasi sebagai hasil belajar kognitif

b. Survei Karakter yang mengukur sikap, kebiasaan, nilai-nilai (values)sebagai hasil belajar non-kognitif

c. Survei Lingkungan Belajar yang mengukur kualitas pembelajaran dan iklim sekolah yang menunjang pembelajaran.

Siswa yang terpilih sebagai responden nantinya akan mengikuti ketiga instrumen asesmen di atas. Pada instrumen AKM, misalnya, diperkirakan akan ada lima bentuk soal – again, ini menjadi perbedaan assesment nasional dengan UN yang mencolok. Lima bentuk soal AKM yaitu:

a. Pilihan ganda: kita memilih satu jawaban benar pada setiap soal

b. Pilihan ganda kompleks: kita memilih lebih dari satu jawaban benar pada satu soal

c. Menjodohkan: kita menjawab dengan menarik garis antara pertanyan dan jawaban yang merupakan pasangan

d. Isian Singkat: kita menjawab soal dengan bilangan atau kata

e. Uraian: kita menjawab soal dengan kalimat penjelas.

AKM berbasis komputer dan bersifat adaptif. Jika kita menjawab satu soal dengan benar, soal berikutnya akan lebih kompleks. Jika jawaban kita salah, soal berikutnya akan lebih sederhana. Apakah ini akan lebih menarik dibandingkan pada saat kita menghadapi Ujian Nasional 2021?

6. Pelaksanaan Asesmen Nasional

Jika nantinya terpilih menjadi bagian dari 45 siswa responden, Sobat Pintar akan menghadapi dua tes dan survei. Dua tes dalam asesmen adalah tes literasi membaca dan numerasi. Sedangkan dua survei dalam asesmen adalah survei karakter dan lingkungan belajar.

Satu lagi perbedaan asesmen dan UN adalah pada jadwal pelaksanaannya. Seluruh tes dan survei di atas akan dikerjakan dalam dua hari. Jadwal pelaksanaan Asesmen Nasional pada jenjang SMP/ MTs/ sederajat dan SMA/ MA/ SMK/ sederajat yaitu:

– Hari ke-1: tes literasi 90 menit dan survei karakter 30 menit

– Hari ke-2: tes numerasi 90 menit dan survei lingkungan belajar 30 menit.

Obviously, perbedaan assesment nasional dengan UN adalah pada materi tes. Dari laman Kemendikbud, materi literasi berarti kita harus menemukan informasi, memahami, mengevaluasi, dan merefleksi teks fiksi. Sedangkan materi numerasi mencakup bilangan, geometri dan pengukuran, aljabar, data, dan ketidakpastian.

Perbedaan asesmen dan UN yang lain adalah pada jumlah soal. Misalnya, Asesmen Nasional pada level V (kelas 9 dan 10) terdiri dari numerasi 62 soal, literasi teks fiksi 28 soal, dan literasi teks informasi 40 soal. Sedangkan pada level VI (kelas 11 dan 12), literasi teks fiksi berjumlah 11 soal dan literasi teks informasi berjumlah 39 soal.

 

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *