PGRI BONDOWOSO

BENARKAH!!! MAPEL PAI AKAN DIHAPUS?

BENARKAH!!! MAPEL PAI AKAN DIHAPUS

Oleh : GPAI Bondowoso

 

        Mapel PAI adalah Pelajaran bidang studi agama islam , selama ini Materi PAI Berjalan dengan lancar dengan gencarnya isu bahwa mapel PAI akan digantikan mapel Lain Menjadi kegalauan Guru-Guru khususnya GPAI Di bondowoso, Kita Tahu Peran GPAI mempunyai andil  yang penting untuk membentuk karakter dan Akhlaq setiap Insan, bisa dibayangkan ketika Mapel PAI tidak diajarkan lagi disetiap sekolah , Dikotomi pendidikan antara pendidikan agama dengan umum yang  sering disepelekan mapel PAI, namun kita tahu bahwa pendidikan yang pertama sebelum ada sekolah dan masuk mapel PAI Disekolah berawal dari masjid ke masjid untuk memperkenalkan pendidikan agama dan al qur’an , dengan disetujuinya menteri Agama pada waktu SKB 3 menteri sehingga bersamaan dicetuskannya pendidikan Madrasah waktu itu, maka Mapel PAI mulai masuk ke sekolah-sekolah umum dengan tekad dan upaya para tokoh agama agar pendidikan Agama Islam menjadi pondasi dari segala ilmu, bisa dibayangkan ketika mapel PAI tidak lagi diajarkan , masih diajarkan saja pendidikan akhlaq yang merupakan buah dari mapel PAI akan sirna begitu saja.. Jelas Para GPAI khususnya menjadi gelisah ,mulai intropeksi ada apa dengan mapel PAI .

    Apakah Guru PAI khususnya belum mumpuni untuk mengajarkan PAI Disekolah sehingga cukup di pesantren atau di masjid dan musholla saja, ini menjadi sebuah problem khususnya GPAI Disekolah..Jelas menjadi sebuah Pemberontakan dalam diri GPAI .Dan tentunya perlu inovasi-inovasi yang kreatif dari GPAI untuk  membuktikan bahwa mapel PAI sangat dibutuhkan,Alhamdulillah GPAI Kabupaten Bondowoso atas dukungan unsur pemerintahan kabupaten bondowoso PPPK atau P3K dari GPAI Masih tetap diproritaskan terbukti masih ada disetiap kecamatan yang lolos GPAI P3K, Nah dengan dasar itulah akan menjadi lebih semangat lagi khususnya para GPAI membangun sebuah kepercayaan dan menjadikan anak didik kita berakhlaqul Karimah, beradab dan bermartabat secara melesat menuju ndonesia Maju. Kita dukung Visi dan Misi pemerintah agar anggapan untuk meniadakan mapel PAI itu sangat salah besar ketika Mapel PAI ditiadakan dan apalagi Guru PAI juga ditiadakan sungguh sangat Naiif dan mengecewakan para GPAI .

     Dalam Forum KKG PAI Kabupaten Dan Kecamatan ,khususnya di Kecamatan Klabang menjadi Center untuk memupuk dan mengembangkan potensi para GPAI untuk lebih berkreasi dan bernovasi karena Forum KKG PAI tetap rutin dilaksanakan disetiap kecamatan , mengingat sebagai Bengkel dan pentingnya pembelajaran PAI untuk menumbuh kembangkan pembelajaran dan metode PAI khususnya.Apalagi pada Masa Pandemi KKG PAI mencoba meluangkan waktu untuk mengevaluasi Baca Tartil Qur’an melalui Perlombaan Virtual dengan Biaya Mandiri bersama K3S pada bulan Maulid 2020 Kemarin mencoba mengaktualisasikan Keberadaan siswa dimasa pandemic dari segi pengetahuan membaca Tartil qur’annya , Alhamdulillah dengan Bantuan Tim Juri KKG Kabupaten berjalan dg lancar wal hasil diunggulkan Oleh UPTD SPF SDN Besuk sekaligus dimeriahkan dengan pengajian Maulid Nabi Muhammad saw bersama K3S kec Klabang , Kami selaku Sekretaris KKG PAI Kec Klabang Sangat Bangga dengan antusias para GPAI yg mengirimkan Para siswanya  sampai melebihi kuota peserta dan tidak bisa dibayangkan jika mapel PAI yang mengajarkan Pengetahuan agama, akhlaq dan baca qur’an hilang dari pandangan siswa –siswi dari bumi pertiwi.

    Melihat fenomena diatas tentunya para GPAI tidak siap melihat para anak didik yang terlantar dengan Pendidikan Agama , hanya mengandalkan pendidikan di musholla dan mesjid2 yang notabeni setelah kelas 5 dan 6 kadang juga berhenti tidak melanjutkan ngajinya, ketika di SMP atau SMA banyak para Guru PAI SMP dan SMA mengeluh kadang dengan siswanya yang sdh tidak mengaji lagi, ini menandakan zaman now yang mulai merenggut akhlaq siswa kita, maka akankah PAI akan hilang , maka surguh sangat mengenaskan jika tidak ada mapel PAI,Para Guru ngaji di desa-desapun mengeluh dengan maraknya Medsos , HP ,Facebook yang berada pada genggaman para generasi Muda  jika tidak bisa menempatkan media elektronik tersebut pada tempatnya, pasti akan hilang pikiran otak kanan mereka dengan sendiri tidak lagi ada aturan-aturan atau nasehat-nasehat dari para petuah para tokoh pada santrinya. Karena kebanyakan Guru ngaji di desa-desa sekaligus kebanyakan Mayoritas guru PAI di sekolah bisa dikatakan 50 % yang bergelar juga kyai atau guru ngaji.

      Maka menjadi harapan para guru ngaji atau Guru PAI di sekolah Peran Pendidikan Keluarga pada masa pandemic seperti tahun ini sangatlah penting untuk mengontrol, mengevaluasi tindakan putra putrinya selebihnya menjadi tanggung jawab GPAI Dan Guru Ngaji untuk mengingatkan sebagai bentuk tanggung jawab guru terhadap siswanya , tanggung jawab Kyai pada Santrinya , maka tidak mudah menjadi Guru PAI atau Guru Ngaji sebagai Kyai tanggung jawab di sekolah, di musholla bahkan di rumah juga ikut bertanggung jawab akan segala tingkah laku yang santri dan siswa lakukan di rumah, Itulah Peran ganda GPAI dan Guru Ngaji yang sangat besar ,..akankah hilang mapel PAI maka sungguh Ironis jika kedua tanggung jawab sekolah dan di rumah hilang tanpa ada yang mengawasi , hanya mengandalkan Orangtua sanggupkan Orang Tua menjaganya, para GPAI dan Guru Ngaji mempunyai tanggungjawab besar antara dunia dan Akhirat. Mungkin tanggung jawab ini yang tidak sama diantara Guru-guru Yang lain, sehingga dan semoga menjadi keberkahan tersendiri khususnya para GPAI…amin.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *