PGRI BONDOWOSO

SEPI DIAM MEMBISU…!

SRI RAHAYU

SMPN 1 PRAJEKAN, Bondowoso, 03 Januari 2021

POJOK SELFIE

 

 

    Sepi tanpa penghuni, gedung-gedung diam membisu, hening tanpa suara dan celoteh siswa, yang harusnya suasana ini takkan ada dan tak disangka kedatangannya. Itu adalah suasana Sekolah Kami yang berada dipinggiran kota perbatasan dengan Kabupaten Situbondo, tepatnya di Desa Prajekan Kabupaten Bondowoso. Nama Sekolahnya adalah SMPN 1 Prajekan.
     Keadaan ini baru terjadi di Tahun 2020, tepatnya bulan Maret tanggal enam belas Tahun dua ribu dua puluh. Ada Peraturan dari Pemerintah yang mengharuskan semua warga Sekolah bekerja dari rumah atau dikenal dengan Work From Home, Siswa juga harus belajar dari rumah. Kita dan semuanya tiba-tiba diberi aturan dan peraturan yang tidak biasa dan bukan menjadi tradisi Kami sebagai bangsa Timur yang selalu menjunjung kebersamaan, bergotong royong, bersilaturrahmi, bersalam-salaman sebagai tanda keakraban yang erat satu sama lainnya. Namun itu semua tiada karena terpasang aturan yang nyata.Kita disuruh dengan sebutan 3M, bukan 3 Milyar lho tetapi 3M itu:
1. Memakai masker
2. Mencuci tangan
3. Menjaga jarak
    Hal yang tak pernah terlintas sebelumnya.Mulut, hidung harus ditutup dengan barang yang dinamakan masker. Aduh…pengap rasanya,hidung terasa gatal.Terasa teriksa dan apalagi bagi orang yang memiliki hidung berbentuk mancung kedalam ha ha ha… Ini menjadi siksaan tersendiri. Ada Meme di YouTube lucu sekali kedengarannya dan celotehan dari anak kecil tersebut” Aduh Bapak Menteri ini Saya disuruh pakai masker hidung saya mancung kedalam kalau disuruh pakai masker terus Saya megap-megao dengan akting lucunya”,ha ha ha…

  Itu yang berkenaan dg pemakaian masker. Untuk yang kedua Kita disuruh selalu mencuci tangan di air yang mengalir dan pakai sabun. Sementara banyak daerah yang kekeringan, kesulitan mencari air, untuk mandi, mencuci,makan dan minum begitu sulit,namun berbanding terbalik dengan peraturan dengan adanya Pandemi Covid-19 ini. Terenyuh rasanya,ingin menangis tapi air mata rasanya sudah kering, karena tangisan itu selalu datang disaat meminta dan memohon Kepada Allah Subhana wa taala. Untuk minta ampun atas segala dosa dan dengan teguranNya yang begitu dasyat untuk umat manusia di seluruh dunia.
    Tangisan itu terus berlanjut dikala kita disuruh menjaga jarak,Social Distancing, Kami tak biasa Ya Allah jerit Kami. Apalagi disaat Kami Sholat yang mana seorang Imam yang paling depan bila memimpin sholat berjamaah, pastinya akan menoleh sebentar dan berkata pada jamaah” luruskan Shafnya atau luruskan barisan”, agar tidak terisi setan kata Pak Kiyai waktu dulu, disaat Penulis masih kecil. Namun tak berlaku untuk sekarang dengan adanya Pandemi Covid-19 ini semua harus tunduk dan patuh pada peraturan demi keselamatan bersama.
   Namun ketidaknyaman suasana dan keadaan saat ini memberikan hikmah yang besar kepada kita sebagai umat manusia yang seharus terus berinstrupeksi diri selalu mengkaji setiap langkah dan selalu membiasakan untuk membersih diri dan selalu membersihkan hati dari penyakit iri dan dengki.
   Ya sudahlah cerita ini tidak perlu bersusah hati,Kita harus lawan keadaan ini,kita lawan virus ini, dengan mendatangkan rasa senang, belajar ikhlas, bukan menyerah dan pasrah, bukan!
   Bisa kita tengok di SMPN 1 Prajekan, dengan adanya Pandemi Covid-19 ini, tidak diam dan bersusah hati tetapi kami selalu melaksanakan aturan agar dan tetap menjaga lingkungan Kami.Peralatan dan bahan-bahan yang diperlukan untuk warga Sekolah semua terpenuhi.
   Nah yang terakhir belum penulis sampaikan. Dengan adanya Pandemi Covid-19 ini, kami bersih-bersih berbenah menata diri,mempercantik diri dengan membuat area spot foto atau Pojok Selfie. Tentunya ada alasan dong untuk mengadakan area Spot foto atau Pojok Selfie.
   Sekolah Kami sekolah MEWAH” Mepet Sawah”, ha ha ha… Tentunya ada area sungai yang menemani. Yang nama anak-anak tentu suka sekali bermain di kali atau sungai.Sementara sungai itu deras dan ada ketakutan yang luar biasa apabila terjadi sesuatu yang tak diinginkan. Untuk itu ada bangunan yang tidak terpakai, rasanya Mubadhir bila tidak dikelola dengan baik.
   Akhir cerita area tersebut dibangunlah dua Toilet yang mewah bak Hotel berbintang yang Kami punya,tidak lupa pula didepan Toilet ada Taman cantik serta area Spot Foto atau Pojok Selfie.
    Cie-cie Pojok Selfie, Kami disini mengikuti zaman dimana setiap insan manusia modern, entah betul entah salah pendapat penulis ini selalu ingin eksis dan ingin diketahui dan dikenal oleh semua di Antero Dunia Maya. Apapun kegiatan kita perlu di upload, dipublikasikan agar ada kenang-kenangan yang bisa dilihat dan dirasa.
   Pokoknya Narcis abis dech, ESPRASA Hebat, Semoga bermanfaat sehingga bila Covid-19 ini berakhir, membuat senang semuanya, Siswa,guru dan warga sekolah dan sekalu sehat dan bahagia.Aamiin.

6 komentar untuk “SEPI DIAM MEMBISU…!”

  1. Saya setuju terhadap pojok selfie yg anda publikasikan, apa lagi suasana saat ini … kasihan kan sdh susanananya sepi, jarang dilihat lagi akibat tidak ada hiruk pikuk siswa….. sipppp lanjut

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *