PGRI BONDOWOSO

PGRI DI ERA DISRUPSI

PGRI DI PUSARAN DISRUPSI

Oleh : Nurkholis, M.Pd.

(Sekretaris Umum PGRI Kabupaten Bondowoso)

 

     Istana besar milik jutaan guru dan tenaga kependidikan lainnya itu bernama PGRI. Sebuah istana yang dibangun dengan tidak mudah. Penuh dengan pengorbanan yang ditumpahkan. Tahun 2021 ini, PGRI telah memasuki usia yang sudah “dewasa” untuk sebuah organisasi.

    Siapapun dapat melihat dan mengakui bagaimana perjuangan yang telah dilakukan oleh PGRI dalam halaman sejarah hingga kini. Baik untuk anggotanya sendiri, untuk dunia pendidikan dan bangsa Indonesia. Sebagai organisasi profesi, perjuangan dan ketenagakerjaan PGRI telah berkontribusi besar dalam mewujudkan cita-cita Republik ini.

    Era disrupsi oleh seorang ahli digambarkan seperti ketika kita berenam memainkan lempar tangkap bola secara berantai dan teratur, tiba-tiba muncul sosok gorila hitam di tengah-tengah kita. Sosok ini tiba-tiba mendisrupsi permainan, tanpa kita sadari permainan telah dirusak dan diubah. Tiba-tiba gorila mendominasi “permainan”. Kita terbawa oleh “permainan” yang diinginkan oleh sosok gorila hitam tadi.

     Siapapun di era disrupsi ini, sangat sulit untuk tidak bisa didisrupsi oleh pihak “luar dirinya”, termasuk PGRI. PGRI tidak bisa melawannya dengan cara-cara konvensional dan “jadul”. Tidak bisa tidak, PGRI haruslah berbenah dan mengupgrade diri menjadi lebih siap dengan pusaran dan “permainan” disrupsi. Kita optimis bisa lakukan itu.

    “Tomorrow is today” adalah sandaran untuk memikirkan masa depan. Bagaimana tidak, sebab masa depan di tentukan hari ini. Ungkapan Bunda Unifah di Konkernas Batam di hadapan Menteri Pendidikan dan Kebudayaan, bahwa PGRI mau berubah sangat layak dan memang seharusnya. Masa depan PGRI ditentukan hari ini. Oleh siapa? Tentu oleh semua unsur anatomi tubuh PGRI. Pengurus dari tingkat pusat sampai ranting di desa, semua anggota : biasa, luar biasa, kehormatan, selayaknya mampu menangkap sinyal perubahan yang diungkap oleh komandan srikandinya.

    PGRI sebagai organisasi profesi, perjuangan dan ketenagakerjaan, tidak hanya wajib memikirkan dan “memenuhi” kebutuhan kesejahteraannya, tetapi juga jangan lupa bahwa mereka memiliki kebutuhan aktualisasi diri dan kebutuhan profesional era disrupsi. Kita sangat tidak rela jika kemudian mereka tertarik “tinggal” di istana lain yang menawarkan pemenuhan “kebutuhannya”.

1 komentar untuk “PGRI DI ERA DISRUPSI”

  1. Disrupsi adalah gangguan yang mengakibatkan industri tidak berjalan seperti biasanya karena bermunculannya kompetitor baru yang jauh lebih efisien dan efektif,

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *