PGRI BONDOWOSO

KISAH SANG GURU DALAM PEMBELAJARAN JARAK JAUH

KISAH SANG GURU DALAM PEMBELAJARAN JARAK JAUH

Jeng SRI

Prajekan, 4 Januari 2021

 

Covid-19 ini telah banyak merubah warna-warni kehidupan manusia. Yang tadi hidup serba nyaman , mau kemana Ayok, mau belanja ke Mall ayok,mau silaturahmi ayok, tanpa ada rasa was-was. Takut tertular dengan penyakit yang tidak tampak mata bentuk virusnya.

Virus yang begitu super duper kecil dan memerlukan kehati-hatian. Karena terhidup sedikit saja sudah akan masuk di lubang hidung dan akan bersarang di tenggorokan serta akan tertelan dan bersarang di paru-paru . Apabila sudah bersarang di paru-paru akan terasa sesak dan kesulitan bernafas.

Kejadian dan keadaan ini yang membuat cemas setiap makhluk ciptaan Allah yaitu manusia.

Nah, tipe manusia bermacam-macam. Ada yang tipe selalu bingung, ada yang menerima dengan ikhlas setiap kejadian, ada yang sangat parah dalam menghadapi setiap keadaan atau situasi yang terjadi. Atau kata orang modern ada sebutan PARNO.

Itu yang terjadi pada salah satu wali murid dari Sang Guru. Ada cerita yang tak mungkin dibiarkan begitu saja oleh Sang Guru. Pembaca…. Oh…..Pembaca Mau tahu ceritanya?, ( Pinjam ikonnya Ustadz Nur Maulana ha ha ha…)

Begini cerita nyata yang terjadi didalam pembelajaran jarak jauh disaat Pandemi Covid-19. Pada saat penerimaan raport untuk semester ganjil. Ada salah satu siswa yang masih duduk di bangku kelas 7. Dimana siswa kelas 7 belum pernah bertemu dengan guru pengajar serta guru pengajar belum bertemu dengan siswa yang diampu. Kami hanya bertemu di dunia Maya. Kebetulan Sekolah Kami pelaksanaan pembelajaran melalui DARING ( dalam jaringan ), artinya semua guru akan bertemu disaat memberikan tugas kepada siswa melalui LMS atau Learning Manajement System. Yang merupakan sebuah aplikasi, dan aplikasi yang disetujui oleh para dewan guru ( hasil rapat Bersama Dewan Guru ) adalah google classroom.

Untuk pelaksanaan pembelajaran DARING ini, tidak hanya siswa yang kebingungan tetapi juga guru kelimpungan.

Guru dan Siswa tidak dipersiapkan untuk menghadapi keadaan demikian, yang tiba-tiba ada kejadian diluar nalar manusia. Yaitu adanya Pandemi Covid-19 ini.

Namun untuk melanjutkan nafas pendidikan, mau tidak mau semuanya menerima dan berusaha untuk melaksanakan semua tugas melalui DARING.

Dimana pembelajaran DARING atau pembelajaran jarak jauh ini menciptakan banyak cerita dan kisah yang takkan pernah penulis lupakan.

Hari itu hari Senin tanggal 23 Desember 2020 ada acara terima raport, Dengan kehati-hatian sekolah kami menyampaikan info penerimaan raport melalui SMS info ada share di grup WA kelas masing-masing. Dan pelaksanaan penerimaan raport akan diterima oleh siswa itu sendiri dengan mengikuti petunjuk protokol kesehatan. Dihalaman depan dekat pintu masuk sudah berjajar tempat cuci tangan,handsanitizer dan termoghan untuk cek suhu siswa, bermasker dan jaga jarak. Dan tak lupa pula untuk masuk kelas ada aturannya yaitu dengan cara Shifting. Sehingga tidak terjadi penumpukan siswa.

Ok, cerita terlalu melebar. Maaf🙏🙏🙏, cerita utama yang takkan dilupakan oleh Sang Guru adalah semakin dekatnya antara siswa, orang tua dan guru. Seakan dunia ini amat sangat kecil. Kok bisa?, Bisa saja. Jam berapa pun dan kapan pun bila siswa ada kesulitan tinggal klik ketik kirim dan langsung dapat jawaban.

Begitu yang terjadi pada Sang Guru. Untuk mendapatkan raport siswa harus menyelesaikan tugas yang diberikan oleh Sang Guru, andai tidak selesai semua tugasnya atau ada sebagian tugas belum selesai. Siswa masih diberi kesempatan dan pengampunan dikarenakan suasana masih demikian. Mengapa ini terjadi?, Jawabannya adalah banyak hal yang menjadi hambatan bila menggunakan DARING, apa hambatannya?,

1. Siswa kesulitan dengan sinyal yang tidak bersahabat

2. Siswa kurang paham dengan tugas yang diberikan oleh Sang Guru

3. Siswa terlalu nyaman dengan suasana demikian,tidak ada tatap muka, sehingga dia terlena tidak pernah masuk didalam pembelajaran Virtual.

Tetapi bagi Siswa yang rajin dan dapat Support dari orang tua betapa bahagianya mereka.

Namun cerita tidak berhenti disitu saja. Ada satu cerita dari sekian ratus siswa. Sang Guru tiba-tiba mendapat kiriman lewat WA pribadi dari salah satu wali murid. Menanyakan tugas putrinya dan meminta pertanggungjawaban dari Dan Guru. Dan Sang Guru Kaget, lho,..

Ko bisa terjadi demikian kata Dan Guru, padahal sudah dicek dibagian respon dari tugas siswa, dan tidak hanya satu kali mengecek tugas,namun berkali-kali. Tetap masih kurang satu tugasnya.Akhirnya Sang Guru membuka aplikasi Screenshot dan klik di foto serta langsung dikirim ke orang tua siswa.

Namun tetap tidak mau menerima. Malah orang tua siswa sampai pamer keberhasilan putrinya saat si Sekolah Dasar. Namun Sang Guru hanya berdoa semoga Saya diberi kesabaran oleh Allah untuk menghadapi kejadian demikian.

Ada lagi orang tua atau wali murid yang juga meminta pada Sang Guru tentang pertanggungjawaban nilai putranya,mengapa tidak mendapatkan nilai padahal sudah mengerjakan dan mengirim tugas,disertakan pula bukti hasil pengiriman tugasnya. Lalu Sang Guru cepat-cepat melihat hasil kirim dari WA tersebut.

Oh, sambil menghela nafas. Ternyata permasalahannya adalah disaat siswa tersebut mengirim tugas,bersamaan pula dengan Sang Guru menutup aplikasi tersebut,sehingga tidak dapat nilai. Setelah tahu titik permasalahannya baru Sang Guru menjelaskan. Namun masih belum bisa menerima orang tua dari siswa tersebut. Malah Sang dapat kiriman WA lagi.” Kalau begitu sinyal siapa yang jelek?. Ya Allah Sang Guru hanya bisa mengelus dada dan berdoa semoga Allah yang dapat membolak-balikjan hati manusia.

Ternyata dengan adanya Pandemi ini, luar bisa perubahan terjadi.

Dahulu Sang Guru kalau dikomplain oleh orang tua siswa mungkin selama satu semester, cukup 1 yang ditemui, namun sekarang dengan adanya kemudahan mengungkapkan segala ketidak nyamanan bisa 2 sekaligus dikuriman WA secara japri.

Tetapi Sang Guru tak pernah berkecil hati, karena dengan adanya komplain dari orang tua, artinya sudah ada perhatian yang besar, dan bisa membantu mempermudah jalannya pendidikan di Era New Normal yang artinya tak normal seperti biasanya

Semoga Pandemi ini cepat berlalu, karena kami rindu celoteh siswa, keceriaan siswa dan membentuk karakter anak bangsa agar dapat meraih cita-cita.

Semoga Allah mendengar doa Kami😭😭

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *