PGRI BONDOWOSO

MENDIDIK ANAK DENGAN BERCERITA

 

MENDIDIK ANAK DENGAN BERCERITA

Oleh : Fitriatul Baidoh, S.Pd

 

 

 

            Pendidikan adalah sarana yang paling efektif untuk membentuk sifat dan karakter anak. Semua orang tua tentu menginginkan anaknya menjadi buah hati yang berakhlak mulia, cerdas dan dapat dibanggakan karena berguna bagi bangsa dan agamanya. Anak merupakan amanah yang diberikan Tuhan kepada kita. Akan jadi apa anak-anak kita ke depan sangat tergantung pada orang-orang di sekitarnya. Sesuai dengan kodratnya anak terlahir bagaikan sebuah kertas putih yang polos, tergantung pada orang tua dan lingkungannya bagaimana akan membentuk kertas itu menjadi berwarna.

            Sebagai orang tua didiklah mereka dengan lemah lembut, pebuh sopan santun, penuh kasih sayang dan belaian mesra. Katakan pada mereka mana yang benar dan mana yang salah dengan kata-kata yang tepat. Dalam Islam diajarkan agar mendidik anak tidak dilakukan dengan cara yang kasar. Hal tersebut sesuai dwngan firman Allah SWT yang artinya “maka disebabkan rahmad dari Allahlah kamu berlaku lemah lembut terhadap mereka, sekiranya kamu bersikap keras lagi berhati kasar tentulah mereka menjauhkan diri dari sekililingmu, karena itu maafkanlah mereka, mohonkanlah ampun mereka dan bermusyawaratlah dengan mereka dalam urusan itu”. (QS. Ali Imron, 3 : 159)

            Anak dapat melakukan sesuatu karena pernah melihat dengan memperhatikan dan mengalami, anak belajar menyerap informasi sebanyak banyaknya. Karakter anak adalah akhlak yang dibentuk oleh ayah ibunya. Dalam masa pembentukan karakter sejak lahir sampai berusia 5 tahun atau yang biasa disebut dengan istilah usia mas ( golden age ). Begitu pentingnya usia emas, sehingga banyak orang tua menghabiskan sebagian besar waktu dan hartanya untuk berusaha memahami betul mafaat usia emas guna memberikan yang terbaik untuk bua hatinya.

            Orang tua adalah figur dan teladan mural bagi anak-anak. Peran pentingnya orang tua sebagai pengasuh dan pendidik. Mereka belajar melalui melihat apa yang ada dan terjadi di sekitarnya. Bukanj hanya nasehat saja, nilai yang kita ajarkan melalui kata-kata hanya sedikit yang terserap, sedangkan melalui perbuatan akan banyak yang mereka lakukan. Sikap dan perilaku orang tua merupakan pendidikan watak yang terjadi setiap hari, selain menjadi model atau teladan, orang tua juga berperan sebagai pengawas berkembangnya anak-anak mereka, misalnya ketika menonton acara televisi, karena saat ini  banyak program televisi yang tidak cocok bahkan tidak layak ditonton anak-anak. Dikawatirkan akan ditiru oleh anak-anak. Jangan sampai orang tua merelakan anaknya dibentuk keperibadiannya oleh senetron, film kartun, animasi ataupun video game.

            Dalam hal mendidik anak memang tidak mudah, mungkin itulah yang sering didengar dari sebagian orang tua. Diantara cara atau methode mendidik anak yang mudah adalah dengan bercerita, karena sebagian besar anak senang dengan cerita / dongeng. Baik cerita nyata ataupun dongeng fiksi saja. Melalui cerita, daya imajinasi anak akan berkembang. Anak akan dibawa ke dunia lain yang begitu luas dan bebas dengan alur cerita yang dibuat sedemikian rupa menjadikan pengalaman baru dalam bayangan yang mereka wujudkan dalam kenyataan.

            Dengan kebutuhan pengembangan imajinasi anak, cerita / dongeng adalah sarana yang tepat, tanpa imajinasi akal tidak akan aktif bahkan mati. Dengan imajinasi, melatih anak untuk memecahkan beragam masalah, sedangkan kreatifitas anak juga berasal dari imajinasi yang kuat, yang tercipta melalui cerita / dongeng yang pernah didengannya.

            Adapun mafaat lain dari cerita / dongeng adalah sebagai bentuk yang efektif untuk menyempaikan pesan moral dan menanamkan nilai kebaikan, tanpa terasa anak dengan sendirinya menyerap nilai-nilai moral yang diajarkan oleh sebuah cerita, sehingga membekas dalam hatinya, hal ini lebih efektif dibandingkan dengan nasehat atau ceramahy biasa.

            Bercerita atau mendongeng juga bertujuan menuangkan gagasan dalam pikiran, tidak hanya untuk menghibur pendengarnya saja, namun untuk menularkan nilai-nilai yang terkandung dalam inti cerita, juga bermafaat dalam memperbanyak perbendaharaan kata-kata dan melatih daya tangkap anak selama menyimak cerita. Hal ini juga disebut latihan konsentrasi, ingatan anak untuk berfikir lebih detail mengenai sesuatu obyek dan suatu modal utama yang sangat diperlukan bagi pengembangan kemampuan berkomunikasi. Bercerita juga berguna bagi anak agar dapat mengatur perasaannya. Sedangkan nilai-nilai moral yang terkandung dalam cerita adalah kejujuran, tolong menolong, kebersamaan, keberanian, persabatan dan sebagainya. Yang sangat berperan dalam melatih kepekaan sosial anak terhadap lingkungan.

            Selain mamfaat tersebut, cerita atau dongeng juga mempunyai fungsi yang memberikan kebaikan kepada orang tua dalam memberikan p[endidikan dan mempersipkan masa depan anak dengan baik. Menurut Andi Yudha dalam buku cara pintar mendongeng, cerita/ dongeng mempunyai fungsi sebagai berikut :

  1. Lambang ketulusan kasih sayang dari orang yang bercerita.
  2. Dapat merangsang jiwa petualang anak.
  3. Sebagai pemicu daya kritis
  4. Merupakan pengantar tidur anak
  5. Untuk melatih anak berpikir sistematis
  6. Sebagai jendela pengalaman yang bermakna bagi anak
  7. Merupakan sarana untuk rekreasi bathin
  8. Dapat menembus ruang waktu
  9. Sebagai alternatif pengobatan tanpa obat
  10. Mengajak anak mengenal kebesaran sang pencipta
  11. Membuat otak anak menjadi rileks
  12. Dapat melatih kemampuan bahasa anak
  13. Menggiring anak menyukai buku dan membacanya
  14. Memancing ekspresi anak melalui tulisan dan gambar
  15. Dapat memacu dan memicu kreatifitas anak
  16. Sumber kearifan anak

 

 

Begitu banyak fungsi dan mamfaatnya, oleh sebab itu tidak kata tidak bisa bagi orang tua dan pendidik untuk membacakan cerita kepada anak-anak kita. Tinggal memilih tema yang kita inginkan.

Ide bercerita dapat digali dari berbagai sumber, dapat juga berdasarkan tema yang disesuaikan dengan usia tumbuh kembang anak, misalnya umur 3 sampai 5 tahun, cerita yang sesuai adalah cerita dari tokoh dari binatang, tumbuhan, dan peristiwa tentang keduanya. Tokoh manusia juga dapat diceritakan dalam rentang usia ini. Usahakan cerita pendek dan mengisahkan peristiwa yang menakjubkan, hindari cerita yang mengandung unsur horor dan menakutkan serta mengandung tipu daya, seperti cerita kancil, ratapan anak tiri dansebagainya.

Selain dirumah, bercerita juga dapat digunakan sebagai methode pembelajaran di sekolah. Terutama TK dan Play Gruop. Anak akan antusias ketika seorang guru mengatakan akan bercerita, baik menggunakan lat maupun cerita tanpa alat, juga membaca cerita bergambar untuk anak yang masuk dalam kemampuan berbahasa. Tentunya anak akan senang sekali., jika pada awal bersekolah sudah menyenangkan, maka untuk selanjutnya anak akan menyukai belajar menuntut ilmu pengetahuan dan ilmu kehidupan sekaligus dengan senang hati.

 

 

——————– END———————

 

Pustaka :

  • Departemen Agama RI, 2002, Mushaf Al Qur’an terjemah
  • Yudha Andi, 2008, cara pintar mendongeng

 

Cerpen Oleh : Fitriatul Baidoh, S.Pd

 

BURUNG ELANG DAN TIKUS

 

            Pada suatu malam di atas pohon yang rindang, seekor induk elang mengerami telur-telunya yang sebentar lagi akan menetas. Induk elang itu menciumi telur-telurnya sambil berkata “anak-anakku sebentar lagi kalian akan lahir ke dunia ini”. Keesokan harinya induk elang akan pergi mencari makan, dia meningglkan sarang dan telur-telurnya, ketika akan terbang tak sengaja kakinya menyandung sebutir telurnya dan terlur terjatuh pada dau-daun yang kering dan menggelinding, sehingga sampai pada lubang tikus. Lalu tikus itu terkejut, dan memandangi telur bulat yang besar. “telur siapa ini ? aku kan tidak bertelur…, kata tikus. Kemudian setelah itu terdengar bunyi kreeek, kreek pada telur itu, telur itu menetas, anak leng kecil menyembul, menangis mencari perlindungan.

“kaeek…kaeek…kaeek” tikus tetap mendiamkannya. Mungkin saja sebentar lagi induknyaakan menjemput, tapi sampai larut malam tiba induk elang tidak menjemput anaknya. Dengan rasa iba, tikus mendatanginya, disuapi dengan kasih sayang oleh tikus, elang kecilpun tertidur nyenyak, dan tikus menyelimutinya. Begitu seterusnya, tikus merawat anak elang sampai anak elang tumbuh dewasa.

            Suatu hari, elang pergi ke tengah hutan, dia terbang menyusuri dahan demi dahan dan dia bertemu dengan burung elang yang seusianya. “hai elang anak tikus” sapa burung elang itu dengan galak.”kenapa kamu galak begitu padaku?” tanya elang si anak tikus. “kamu tahu bangsa tikus adalah musuh kita, makanan kita, justru kamu tinggal dengan tikus dan makan biji-bijian seperti tikus” kata burung elang. “hai kamu tidak boleh menghina ibu saya..! dia itu baik padaku” kata anak elang si anak tikus, lalu terbang meninggalkan burung elang itu. Setiap hari elang si anak tikus selalu diejek oleh semua burung elang di sekitarnya sihingga elang si anak tikus tidak tahan dan mengadu pada ibunya, “ibu katanya aku elang anak tikus, dan tikus adalah makanan elang, benarkah itu ibu “ tanya elang sambil menangis. “benar anakku, kata temanmu itu”  jawab tikus sangat sedih. “tapi aku tidak akan memakanmu ibu…… aku sayang ubu” kata elang anak tikus. “begini nak…… sekarang kamu sudah besar…, terbanglah dan bergabunglah dengan kawan-kawanmu…!” tikus memberi pengertian. Akhirnya dengan berat hati elangpun meninggalkan tikus. Mereka sedih karena berpisah, tapi elang selalu menjenguk tikus ibu angkatnya dan membawakannya banyak biji-bijian.

(dikutip dari dongeng sebelum tidur. Surabaya Mitra Ummat)

9 komentar untuk “MENDIDIK ANAK DENGAN BERCERITA”

  1. Didik Wahyudi, S.Ag

    Bercerita atau mendongeng untuk anak mmg sangat perlu sebagai imajinasi dan sumber kreativitas anak, maka karya tulis ini sangat bagus sebai morivasi dan dorongan untuk guru dan orang tua terhadap anak.

  2. Terimakasih sudah memberikan refrensi untuk membiasakan mendongeng kepada anak, ini adalah kearifan lokal yang dulu diwariskan oleh orang tua. Cerita elang dan tikus mendidik kita untuk senantisa mengekspresikan kasih sayang Tanpa membedakan siapapun dia, sehingga kasih sayang yang sama juga akan terjalin dengan erat. Muantab dan berbobot

    1. Bercerita atau mendongeng untuk anak mmg sangat perlu sebagai imajinasi dan sumber kreativitas anak.

      Tetap semangat dan terus berkarya.

  3. Sangat menginspirasi bagi anak anak kita untuk berimajinasi dan untuk membangun karakter yg positif mengajarkn hal hal yg baik….sukses selalu cik fitri

  4. Sangat bermanfaat untuk pendidik utk membangun karakter anak didik dan mengembangkan kreativitas dan imaji guru dan murid. Terus berkaryaaa bundaa…

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *