PGRI BONDOWOSO

FILOSOFI LAYANG-LAYANG DALAM PENDIDIKAN

Penulis : Kurdi, S.Pd.SD

Guru Pinggiran

FILOSOFI LAYANG-LAYANG

    Kita mungkin pernah menikmati masa kecil saat bermain layang-layang, berlari ditengah lapang pematang sawah yang kering setelah panen.  Entah itu bersama orang tua dan teman-teman sebaya, semunya masih terekam di memory kenangan indah itu, akan tetapi tahukah kalian filosofi layang-layang yang dapat kita petik sebagai makna dalam dunia pendidikan ?.
      Anak kita ibaratkan sebuah layang-layang yang bercita-cita akan terbang tinggi dilangit yang biru,  tersenyum indah dilihat saat diterpa angin kencang, Mungkinkah akan terbang begitu saja tanpa adanya pengendali?, sungguh tak dipungkiri sebuah perjuangan yang berat untuk membawanya terbang, banyak rintangan yang akan dilalui.
      Layang-layang sebelum terjun dilapangan diperlukan persiapan yang matang termasuk bahan-bahan dan rancangan yang tepat ukuran yang akurat, tali yang kuat, dan keseimbangan serta warna yang indah Ada banyak hal yang tidak bisa kita kuasai dalam hidup ini seperti adanya  kondisi angin dan cuaca yang tidak bersahabat disaat bermain layang-layang. kalian memang bisa membuat layang-layangmu sebagus mungkin, tapi ia tetap tidak akan bisa terbang tanpa adanya angin. Ketika kalian sudah melakukan dan berbuat yang terbaik dalam sesuatu, jangan pernah melupakan berdoa agar segala sesuatu yang tidak bisa kita kuasai itu dapat berjalan lancar sesuai rencana.
      Orang tua, guru, pemimpin, tak ubahnya sosok pengendali yang merancang membawa layang-layang terbang menjulang tinggi, sungguh diperlukan cara dan strategi yang baik untuk dapat mewujudkannya, tak heran cucuran keringat bersimbah membasahi tubuh dibawah teriknya matahari mereka berlari, jatuh bangun berjibaku berusaha bagaimana sang layang-layang akan terbang meraih cita-cita dan impian, segala upaya dilakukan tak henti-hentinya meskipun banyak rintangan yang menghadang, sering kali layang-layang terbang tak seimbang maka secara spontan seorang pengendali akan menurunkan dan memperbaikinya, bahkan terkadang nyangkut di ranting-ranting pepohonan, dengan berlari kecil mencoba meraih menarik-narik agar terlepas dari jeratan pepohonan.
         Mendidik anak tak ubahnya menerbangkan layang-layang, supaya terbang tinggi tak selamanya dengan tarikan atau ketegangan bahkan kekerasan akan tetapi dibutuhkan uluran ringan sambil bersiul menikmati arusnya angin yang datang. Tarik kanan kiri atas bawah, bersiul, bernyanyi, berteriak bahkan sedikit kesal dan marah ketika layang-layang lepas tali putus terhempas terbawa angin. Diperlukan sikap berserah diri terhadap sang Kuasa apa yang kita lakukan, lakukanlah yang terbaik. Tapi bukan berarti kalian pasrah sepenuhnya dengan segala ekspektasimu yang bisa membuatmu kecewa. kalian harus siap dengan rencana-rencana alternatif ketika sesuatu mulai menunjukkan kondisi tidak sesuai harapanmu. Jangan melepaskan kendalimu.

3 komentar untuk “FILOSOFI LAYANG-LAYANG DALAM PENDIDIKAN”

  1. Tapi terkadang dengan terlepasnya tali layang-layang bikin suasana tambah seru, smua berlomba untuk memperebutkan layang² yg lepas tadi. Jadi inget masa lalu

  2. Ketika kita mengejar.layang – layang putus, tak peduli duri menghadang, jalan licin dan terjal, semua dilalui. Lupa akan lapar dahaga. Tak ingat lelah menyapa.
    Kenapa semua bisa terjadi? Karena ada semangat juang yg tak mudah sirna. Berjuang untuk meraih cita cita.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *