PGRI BONDOWOSO

BUDAYA LUNTUR DI ERA TEKHNOLOGI

Penulis 

KURDI, S.PD.SD

GURU PINGGIRAN

LUNTURNYA BUDAYA DI ERA TEKHNOLOGI

 

 

  Budaya merupakan sesuatu peninggalan dari leluhur ataupun nenek moyang kita yang tidak ternilai harganya, sudah terkenal dimana-mana bahkan seluruh dunia bahwa Negeri kita diucap Negeri maritim sebab dikelilingi oleh banyak pulau, bahasa serta adat kebudayaan Indonesia sangat banyak beraneka ragam, contohnya adat, budaya, bahasa dan sebagainya. Sebab keanekaragaman tersebutlah Indonesia jadi energi daya tarik bagi bangsa lain dari belahan dunia, apalagi mereka pula tertarik untuk mempelajarinya sebab tidak hanya berbagai macam budaya Indonesia diketahui sangat unik serta menarik,itulah  atensi turis asing buat memandang keaneragaman budaya kita. Tetapi, kebudayaan Indonesia terus menjadi luntur ditelan era seiring berkembangnya teknologi, kita sudah membuat budaya banyak dibiarkan serta ditinggalkan oleh golongan anak muda.

 Kedatangan teknologi membuat generasi milenial meninggalkan nilai- nilai budaya, dengan terdapatnya teknologi, nilai- nilai yang ditanam pada diri seseorang anak hendak turut lenyap menjajaki arus generasi milenial. Para pemuda serta kanak- kanak tidak sering sekali melestarikan budaya tradisional Indonesia, tidak sering sekali mereka memahami lebih dekat dengan tarian dan perlengkapan musik tradisional. Bisa jadi bila dihitung dari banyaknya anak muda di Indonesia, tentu hanya sedikit yang dapat memainkan perlengkapan musik tradisional.

       Teknologi di masa digital dikala ini, teknologi sangat pengaruhi kehidupan, teknologi menjadikan kehidupan kita jadi lebih baik contohnya manusia yang menggunakan HP atau gatget sebagai perlengkapan komunikasi jarak jauh. Dengan terdapatnya teknologi kita bisa memandang data dimanapun serta kapanpun kita berada, teknologi pula memudahkan kita buat berhubungan dengan satu sama yang lain. Namun, teknologi pula berakibat negatif pada generasi milenial, dilihat dari sisi negatifnya, generasi milenial dikala ini cenderung tak peduli pada sosial budaya.

   Game tradisional banyak sekali yang ditinggalkan semacam game bola bekel, congklak, lompat tali, gobak sodor, dan lain-lain. Jutaan anak muda serta kanak- kanak telah tidak sering sekali buat memainkannya, mereka lebih memilah bergeser pada gadget. Tidak tidak sering orang tua juga lebih membiarkan anaknya buat bermain gadget, sementara itu generasi milenial sangat berarti buat melestarikan budaya indonesia yang mulai punah.

    Lunturnya budaya tradisional pula disebabkan pertumbuhan teknologi yang terus menjadi mutahir, game modern pula lebih menarik serta lebih asyik digolongan anak muda. Gadget dikala ini lebih menarik atensi anak generasi milenial daripada budaya tradisional, malah kita bagaikan para pemuda serta kanak- kanak sepatutnya dapat melestarikan budaya tradisional supaya tidak dijajah serta dicuri oleh negeri orang sebelah.

       Kedudukan orang tua dan guru sangat berarti dalam memelihara budaya tradisional pada anak-anak dikala ini, perlu dikenalkan bagaimana budaya peninggalan nenek moyang terhadap mereka, supaya mereka tidak hanya asyik dengan gadgetnya, banyak  game atau permaianan  tradisional telah dilupakannya padalah lebih seru bila dibanding dengan gadgetnya. Tidak cuma itu saja, game tradisional pula dapat mengasah otak anak supaya lebih tumbuh serta kreatif buat melaksanakan bermacam aktivitas yang berakibat untuk diri mereka sendiri. Mereka pula dapat lebih aktif dalam bermacam aktivitas. Bila dibanding dengan teknologi ataupun game modern, itu sangat jauh sekali sebab bagi aku gadget sangat memahami pola pikir anak, sehingga bisa membuat anak malas buat belajar, mereka pula hendak lebih mementingkan diri sendiri, mereka tidak peduli dengan kondisi dekat.

 

 

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *