PGRI BONDOWOSO

MENINGKATNYA PENYEBARAN “VIRUS GILA” LITERASI

MENINGKATNYA PENYEBARAN “VIRUS GILA” LITERASI

By : Nurkholis, M.Pd. (Sekum PGRI Kab. Bondowoso)

Kita sangat terkejut dan bangga, ketika melihat banjirnya antusiasme kawan-kawan guru dalam mengisi laman web PGRI Kabupaten Bondowoso dengan berbagai ragam karya literasi. Kita tidak menyangka secepat itu virus literasi menyebar di kalangan kawan-kawan guru. Laman web PGRI diinisiasi Pengurus PGRI Bondowoso pada 23 Desember 2020, dan kita desain menu-menunya bersama kawan-kawan yang tergabung dalam SLCC (Smart Learning and Chracter Center) PGRI Bondowoso, pada pertemuan perdana tanggal 31 Desember 2020. Sekretariat PGRI Bondowoso dan kawan-kawan SLCC inilah yang menjadi pengelola penyebaran “virus gila” literasi melalui laman web PGRI. Sejak saat itu, kawan-kawan yang “gila” literasi dan “haus” akan ruang untuk menumpahkan ide dan gagasannya menyerbu web PGRI. Sampai artikel ini ditulis, hari ini tanggal 10 Januari 2021, web PGRI telah dikunjungi oleh kawan-kawan guru dan masyarakat lainnya sebanyak 4.828 viewer. Padahal laman web PGRI Bondowoso, belum dilaunching secara formal. Luar biasa. Hanya dalam tempo sepuluh hari. Ada salah seorang kawan yang tekagum-kagum dengan hal ini. Kita tentu sangat bangga. “Virus kegilaan” literasi telah menjadi virus baik yang menyebar begitu massif di kalangan guru. Dari kawan-kawan di level TK/PAUD, SD, SMP dan SMA/SMK bahkan para pengawa sekolah. Kita sangat berharap “virus gila” literasi ini pada gilirannya menyebar lebih massif lagi di kalangan guru dan kepada anak didik kita.

Selanjutnya, Laman Web PGRI Bondowoso, berupaya dengan sepenuh-penuhnya untuk memfasiltasi kawan-kawan untuk mencintai dan mengembangkan kemampuannya dalam literasi. Empowering sumber daya literasi yang menjadi dasar pengembangan ilmu pengetahuan haruslah selalu didengungkan. Menulis itu mencerdaskan. Menulis itu membuat hidup lebih hidup. Bagaimana tidak? Seorang penulis pastilah pembaca yang hebat. Pembaca semuanya, pembaca segalanya. Dirinya akan selalu haus untuk selalu ingin tahu. Curiosity yang dianugerahkan oleh Penciptanya, selalu menggelegak dipenuhi rasa ingin tahu yang besar. Kemudian menjadi energi yang menggerakkan otak dan tangannya untuk menulis, menulis dan terus menulis. Tulisan-tulisannya itulah yang kemudian menghidupkan otak, jiwa, dan hati orang lain untuk berilmu pengetahuan dan hidup lebih baik. Hidupnya akan “menghidupkan” dirinya dan orang lain dengan pencerahan yang ditularkannya.

Menulislah! maka engkau akan hidup selamanya. Seorang ulama besar dari Tanah Haram, Prof. Dr. Sayyid Muhammad, pernah menangis untuk didoakan oleh para muridnya agar bisa menulis sebuah buku, yang walaupun kecil, tetapi isinya akan dibaca orang seluruh dunia dan bermanfaat untuk pengembangan keilmuan terus menurus selama para pencari ilmu memerlukannya. Manusia akan tercerdaskan oleh buku yang beliau tulis. Cita-cita yang luar biasa. Cita-cita yang berbasis pada karya tulis yang fenomenal. Kita pasti merasakan, bahwa apa yang kit abaca dan pelajari selama kita mencari ilmu adalah apa yang ditulis oleh para pendauhulu kita. Oleh manusia-manusia yang menuliskan ilmunya dalam karya-karya tulis mereka. Nama-nama penulis terdahulu itu masih hidup hingga kini, selama buku-buku mereka terus dipelajari oleh para generasi setelahnya. Menulislah. Salam literasi tiada henti!!! (Cak NurKaha)

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *