PGRI BONDOWOSO

MENGAPA PEKERJAAN TAK PERNAH SELESAI?

Penulis : Kurdi, S.Pd.SD

Guru Pinggiran

 

Foto ilustrasi labela.com

Suatu pekerjaan yang paling tak kunjung bisa diselesaikan adalah pekerjaan yang tak kunjung pernah dimulai. (JRR Tolkien, penulis novel “The Lord of the Rings”).

 

Setiap hari kita disibukkan dengan aktivitas dan pekerjaan yang tak henti, seolah-olah dalam batin berkata kapan berhentinya?. Menyelesaikan pekerjaan adalah orientasi setiap orang diperlukan komitmen yang kuat dan perencanaan yang matang sehingga hasilnya tepat waktu. Akan tetapi masih ada saja yang menghambat dan menurunkan produktivitas kita dalam bekerja.

Berikut ini kebiasaan yang kita alami sehingga pekerjaan tidak pernah usai :

1. Senang menunda pekerjaan

Menunda pekerjaan adalah menambah beban diesok hari, jangan kita merasa memiliki banyak waktu, biasanya orang akan cenderung bersantai untuk menyelesaikan pekerjaan. Padahal, semakin banyak waktu yang bisa dipergunakan dengan efektif, maka kualitas pekerjaan juga semakin memungkinkan untuk ditingkatkan.

2. Kurang fokus

Disaat kita bekerja seringkali ada hal remeh yang menyita fokus kita dalam menyelesaikan pekerjaan, misalnya membalas chat di media sosial dan sebagainya

3. Tak pernah memulai

Terkadang kita bingung akan tugas dan pekerjaan kita, dimulai dari mana ?, baiklah pikiran kita tak perlu dibuat rumit, mulailah dari hal terkecil misalnya menyiapkan bahan pekerjaan kita contohnya profesi penulis laptop sudah ada didepan mata.

4. Menganggap pekerjaan terlu besar

Mungkin akan terasa sulit jika kita mengatasi satu pekerjaan besar. Tapi akan jadi berbeda jika kita bisa mengurai pekerjaan tersebut menjadi urusan-urusan yang lebih kecil dan bisa diselesaikan. Biasanya di dalam masalah besar pun juga terdapat masalah kecil, coba cari solusi masalah kecil tersebut. Ketika sudah berhasil menyelesaikan masalah-masalah kecil, biasanya kita jadi mendapatkan kepercayaan diri untuk menangani masalah yang besar juga.

5. Merasa malu minta bantuan orang lain

Merasa malu untuk meminta bantuan orang lain? Padahal sungguh tidak masalah dalam meminta bantuan orang lain, apalagi jika dalam masih batasan yang wajar. Meminta bantuan bukan berarti menurunkan value kita di kantor. Ini justru akan mempermudah kita dan menyadarkan bahwa kita memang bekerja di dalam tim. Di sisi lain, dengan meminta bantuan orang lain kamu akan sadar bahwa kamu bukanlah satu-satunya orang yang mengalami masalah tersebut.

Demikianlah sekelumit tentang mengapa pekerjaan tidak cepat selesai, tanamkan dalam pikiran dan perasaan kita agar enjoy dan merasa senang atas pekerjaan yang diamanahkan. Disamping itu pekerjaan merupakan suatu ibadah, bekerjalah agar  bermanfaat bagi sesamanya. karena mereka itulah “sebaik-baiknya makhluq.”

إِنَّ الَّذِينَ ءَامَنُوا وَعَمِلُوا الصَّالِحَاتِ أُولَئِكَ هُمْ خَيْرُ الْبَرِيَّةِ

“Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan melakukan pekerjaan yang baik, mereka itu adalah sebaik-baik makhluq.” (QS. Al-Bayyinah/ 98: 7).

Manusia yang bekerja dengan diiringi etos kerja yang tinggi dan profesional mendapatkan kecintaan Nabi akhir zaman

عَنْ عَائِشَةَ رَضِيَ اللهُ عَنْهَا قَالَتْ: قَالَ رَسُوْلُ اللهِ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ: إِنّ اللَّهَ تَعَالى يُحِبّ إِذَا عَمِلَ أَحَدُكُمْ عَمَلاً أَنْ يُتْقِنَهُ (رواه الطبرني والبيهقي)

Dari ‘Aisyah radhiyallaahu ‘anhaa bahwa Rasulullah bersabda: “Sesungguhnya Allah mencintai seseorang yang apabila bekerja, ia mengerjakannya dengan profesional.” (HR. Thabrani, No. 891, Baihaqi, No. 334).

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *