PGRI BONDOWOSO

PENIADAAN UJIAN NASIONAL DAN UJIAN KESETARAAN

Foto ilustrasi Sumber Fajar.co.id

Dampak dari penyebaran Virus covid-19 ini belum usai, sehingga  untuk menjaga menjamin keselamatan terutama kesehatan para  peserta didik, pendidik, dan tenaga kependidikan, Menteri Pendidikan membuat edaran khusus tentang peniadaan ujian nasional.

Dilansir dari laman Kementerian Pendidikan dan Kebudayaan (Kemdikbud), tentang Surat Edaran Mendikbud  peniadaan Ujian Nasioanal dan Ujian Kesetaraan  Serta pelaksanaan Ujian sekolah dalam masa darurat penyebaran corona virus Covid-19 No. 1 Tahun 2021 pada tanggal 1 Februari 2021.

Menteri Pendidikan dan Kebudayaan (Mendikbud) Nadiem Makarim, menerbitkan Surat Edaran atau SE tentang peniadaan ujian nasional (UN) tahun 2021.

Dalam Surat Edaran tersebut yang dikeluarkan oleh Mendikbud, berikut rangkuman tentang syarat kelulusan dan kenaikan kelas tahun 2021.

1. Peserta didik dinyatakan lulus dari satuan/program pendidikan setelah memenuhi ketentuan:

  • Menyelesaikan program pembelajaran di masa pandemi COVID-19 yang dibuktikan dengan rapor tiap semester.
  • Memperoleh nilai sikap/perilaku minimal baik.
  • Mengikuti ujian yang diselenggarakan oleh satuan pendidikan.

2. Ujian yang diselenggarakan oleh satuan pendidikan dilaksanakan dalam bentuk:

  • Portofolio berupa evaluasi atas nilai rapor, nilai sikap/perilaku, dan prestasi yang diperoleh sebelumnya (penghargaan, hasil perlombaan, dan sebagainya).
  • penugasan.
  • Tes secara luring atau daring.
  • Bentuk kegiatan penilaian lain yang ditetapkan oleh satuan pendidikan.

3. Selain ujian yang diselenggarakan oleh satuan pendidikan, peserta didik sekolah menengah kejuruan juga dapat mengikuti uji kompetensi keahlian sesuai dengan ketentuan peraturan perundang-undangan.

4. Penyetaraan bagi lulusan program paket A, Paket B, dan Paket C dilakukan dengan ketentuan sebagai berikut:

  • Kelulusan bagi peserta didik pendidikan kesetaraan sesuai dengan ketentuan.
  • Ujian yang diselenggarakan oleh satuan pendidikan bagi peserta pendidikan kesetaraan berupa ujian tingkat satuan pendidikan kesetaraan diakui sebagai penyetaraan lulusan.
  • Ujian tingkat satuan pendidikan kesetaraan dilakukan dalam bentuk ujian sesuai ketentuan.
  • Peserta ujian tingkat satuan pada pendidikan kesetaraan adalah peserta didik yang terdaftar di daftar nominasi peserta ujian pendidikan kesetaraan pada data pokok pendidikan pendidikan anak usai dini, pendidikan dasar, dan pendidikan menengah.
  • Hasil ujian tingkat satuan pendidikan kesetaraan harus dimasukkan dalam data pokok pendidikan.

5. Ujian akhir semester untuk kenaikan kelas dapat dilakukan dalam bentuk:

  • Portofolio berupa evaluasi atas nilai rapor, nilai sikap/perilaku, dan prestasi yang diperoleh sebelumnya (penghargaan, hasil perlombaan, dan sebagainya).
  • penugasan.
  • Tes secara luring atau daring.
  • Bentuk kegiatan penilaian lain yang ditetapkan oleh satuan pendidikan.

Sumber info lengkapnya KEMDIKBUD

EDITOR : Kurdi.S.Pd.SD

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *