PGRI BONDOWOSO

CELOTEH PAGI DI ESPRASA

CELOTEH PAGI DI ESPRASA

Prajekan,6 Januari 2021
  Sri Rahayu, ESPRASA

       Ku tengok keluar halaman rumah apakah suasana cerah, mendung atau gerimiskah?. Ternyata cuacanya bersahabat dengan kita. Tidak ada gerimis namun awan pagi berwarna putih bak tertabur ribuan bahkan miliyaran buah kapas yang terbuka.Putih ada nuansa warna abu-abu.
     Alhamdulillah Ya Allah, ku tengadahkan tangan pertanda rasa syukur kepada Sang Pencipta Langit,Bumi dan seisinya.
      Wah, bisa berangkat sekarang nich untuk mencari  dan menjemput Rezeki. Ku berdoa sejenak” Bismillahirrahmanirrahim, mudah dan gampangkan segala usaha kami sekeluarga dan Ridhoilah setiap usaha dan langkah kami, Aamiin”.

    Berangkatlah aku ketempat kerja, jarak demi jarak terlewati hingga sampailah ketempat yang dituju.
     Wah, masih sepi gumamku. Dan coba ku tengok arah pintu kantor apakah masih terkunci atau sudah terbuka. Sementara di depanku ada dua Pak tukang yang bekerja membenahi lantai dasar untuk  tol pintu yang baru. Ada temannya didalam ,Bu. Demikian sapanya padaku. Oh iya Pak, terimakasih.
     Lanjut ku melangkah kedalam ruangan yang memang kutuju.Assamualaikum…ucapku. Ternyata ada yang menjawab waalaikumsalam, walau baru satu orang temanku diruang itu.
    Huh…sepi banget.Tetapi dengan berjalannya waktu satu persatu teman-teman mulai berdatangan.
Dan akhirnya ada seorang guru yang membuka suasana sepi sejak tadi.” Bu, sapanya”, bagaimana dengan Bapak Ibu Guru disini,apakah sehat semua?, atau adakah yang terpapar dengan Covid-19 ?
Hening sejenak,suasana menjadi sepi kembali.Dan seakan tersapa seperti tujuh hari yang lalu, ada peristiwa yang tak terduga.Seakan petir menyambar.Bahwa ada seorang istri dari Bapak guru ditempat Saya bekerja diambil oleh Allah SWT.Dengan cara melalui penyakit yang menakutkan yaitu Covid-19.
Kami semua merasa sedih, ternyata hidup itu tidak lama, semua tinggal menunggu antrian,semoga kita diberi kesempatan untuk mencari bekal menuju Sang Kholik😭😭😭, mungkin hanya itu yang ada di hati kita masing-masing,atau ada gumam-gumam kecil yang lain, atau banyak yang tidak Saya ketahui.
Ya Allah, ternyata celoteh di pagi ini membuka cakrawala untuk selalu mengingat Allah SWT, dimanapun,kapanpun dan oleh siapapun.
Sebenarnya Pandemi ini memberi pelajaran mahal dan berharga bagi semua makhluk ciptaan Allah SWT.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *