PGRI BONDOWOSO

MEMPERTANYAKAN PERTANYAAN

Oleh : WIYONO WW

Dalam dunia pendidikan, keseharian aktifitas guru dan murid adalah Tanya jawab. Sebelum memulai pembelajaran, selama pembelajaran sampai dengan akhir pembelajaran, selalu akrab dengan pertanyaan-pertanyaan. Contohnya, siapa yang tidak masuk hari ini anak-anak? Bagaimana Tugas proyeknya? Adakah kesulitan? Dan lain sebagainya.

Belakangan ini banyak hal unik yang berkaitan dengan pertanyaan dan jawaban yang muncul di dunia maya. Ada pertanyaan dalam bentuk Soal ujian, atau soal ulangan yang membuat banyak orang tertawa ketika melihatnya.

Sebagai contoh :

  • Gambarkan segitiga sama kaki! siswa memberikan jawaban berupa gambar segitiga dan gambar telapak kaki.
  • Tebu dan sagu menyimpan cadangan makanannya pada batang, sedangkan manusia menyimpan cadangan makanannya di….? Siswa menjawab kulkas
  • Apakah fungsi hati! Siswa menjawab tempat menemukan cinta dan kasih sayang.
  • Isilah titik-titik di bawah ini dengan benar! Siswa menjawab semua pertanyaan isian dengan jawaban “benar”

Dalam kacamata guru semua contoh jawaban diatas sudah pasti salah. Karena jawaban tidak sesuai dengan konteks pelajaran yang diujikan. Namun jika kita analisis lebih mendalam, dapat dikatakan siswa memberikan jawaban sesuai dengan pemahaman yang muncul ketika dia menjawab. Tanpa menghiraukan konteks mata pelajaran yang diujikan.

Membuat soal ujian ternyata adalah hal yang cukup sulit untuk dilakukan. Kita harus mampu membuat soal yang tidak mengandung banyak tafsiran. Teknik sangat dibutuhkan. Dan guru harus peka memberikan penjelasan yang benar jika menemui soal-soal berpotensi menimbulkan tafsiran yang salah dari siswa. Salah memahami memang menjadi persoalan lain yang harus diseselesaikan. karena dapat dikatakan menjadi salah satu dampak rendahnya Literasi sehingga berdampak langsung terhadap kemampuan siswa memahami soal/bacaan.

Untuk itu guru perlu memperbanyak referensi dan melatih teknik yang benar dalam membuat soal ujian. Bisa dengan melakukan diskusi di tingkat Sekolah dengan diskusi bersama rekan sejawat, KKG mini, mengikuti diklat tentang penulisan soal, dan lain sebagainya. Selain itu kita juga perlu memutar otak untuk menemukan 1000 cara yang kita harus coba meningkatkan kemauan anak untuk membaca sebagai bentuk latihan memahami makna yang tersirat dan tersurat dalam bacaan dan mampu memahami pertanyaan sesuai dengan konteks ujian yang dimaksudkan. Semangat bapak ibu guru. Salam Literasi.

1 komentar untuk “MEMPERTANYAKAN PERTANYAAN”

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *