PGRI BONDOWOSO

SIMULASI UJI COBA PEMBELAJARAN TATAP MUKA DI ESPRASA

SIMULASI UJI COBA PEMBELAJARAN TATAP MUKA DI ESPRASA

Prajekan,21 Februari 2021
SRI RAHAYU

Pagi itu saya membaca WhatsApp dari Bapak Nurhadi,S.Pd,M.MPd,selaku kepala sekolah SMP Negeri 1 Prajekan yang dikenal dengansebutan ESPRASA, undangan itu bernomor 005/15 /4 3010 6/ 2021 penting perihal tentang undangan . Dimana undangan tersebut menjelaskan tentang sehubungan dengan akan dilaksanakannya rapat koordinasi terkait dengan permohonan rekomendasi izin kegiatan pencegahan pengendalian Covid-19, mohon untuk mengikutsertakan kepala sekolah terkait pada hari atau tanggal : Jumat, 19 Februari 2021, pukul 08.00 waktu Indonesia bagian barat, bertempat di Aula Pusdalop kantor BPBD kabupaten Bondowoso dengan acara : Assessment permohonan rekomendasi persiapan uji coba pembelajaran tatap muka terbatas Tahun Ajaran 2020-2021 dan kegiatan lainnya yang mengundang atas nama pelaksana Badan Penanggulangan Bencana Daerah Kabupaten Bondowoso.

Lalu hari Jumat tanggal 19 Februari 2021 saya selaku guru ESPRASA hebat menerima kiriman WhatsApp juga yaitu tentang foto-foto dari kegiatan tersebut kepala Sekolah SMP Negeri 1 Prajekan.
Guru-guru yang memberikan semangat kepada Bapak Nurhadi selaku kepala sekolah SMP Negeri 1 Prajekan seperti ada Ibu Hosniyati, memberikan icon semangat 💪💪💪, seperti juga Bu Sri Rahayu memberikan kalimat semangat dan sukses Pak Nur !,ada Bu Ira dan masih ada banyak Bapak dan Ibu guru yang memberikan semangat kepada Bapak Nurhadi pada saat presentasi SOP tentang pelaksanaan tatap muka terbatas.

Hari Sabtu, tepat tanggal 20 Februari 2021 di SMP Negeri 1 Prajekan mengadakan simulasi uji coba tatap muka di mana kami bekerja sama dengan para anggota PMR yang dibina oleh Bapak Heri Fadli,S.P ,dan mengambil sampel atau mengundang para anggota PMR sebanyak 10 siswa semua perempuan.

Siswa anggota PMR sebanyak 10 siswa diminta untuk berbaris berbanjar ke belakang lalu melewati gerbang pintu sekolah ,diminta untuk masuk dan disitu ada Bapak Heri Fadli menjaga tempat cuci tangan ada handsanitizer serta thermogan sehingga setiap anak di minta untuk mencuci tangan pada air mengalir dan juga dikeringkan dengan selembar tisu dan setelah itu di thermo gan untuk dilihat Suhunya berapa suhu yang tertera pada termo gan kalau misalnya 37,3 derajat Celcius anak tersebut tidak diperbolehkan masuk ke dalam ruangan bersama teman-temannya yang normal, tetapi anak tersebut harus berada di ruang spesial atau Ruang Isolasi sehingga anak-anak yang belajar tatap muka itu adalah anak-anak yang sehat dan bagi mereka yang melebihi temperatur suhu akan diberi kesempatan untuk menyehatkan terlebih dahulu tubuhnya atau menormalkan kembali suhu tubuhnya di ruang tersendiri. Nah setelah itu di ruangan sudah ada satu guru yang menggunakan masker dan menggunakan faceshield atau penghalang wajah apabila menerangkan kepada siswa dan aturannya si guru tersebut harus diam di Center tidak boleh bergerak kemana-mana atau berjalan-jalan seperti mengajar biasanya ini yang tidak biasa siswanya pun juga demikian tidak terlalu banyak dengan cara shifting maksudnya bergantian apabila siswinya terlebih dahulu yang masuk siswanya harus ada di rumah apabila siswinya telah selesai diberi pembelanjarandan waktu yang ditentukan sudah selesai , mereka harus segera pulang dan diganti oleh siswa yang akan menerima pembelajaran hari itu, juga inilah yang sudah kami kerjakan di SMP Negeri 1 Prajekan tepatnya tanggal 20 Februari 2021 kami telah melakukan simulasi uji coba pembelajaran tatap muka Semoga lancar dan sukses ESPRASA HEBAT

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *