PGRI BONDOWOSO

Difitnah?, Aahh Itu Hanya Remahan Peyek Melempem

Difitnah?, Aahh Itu Hanya Remahan Peyek Melempem

 

Resah dan gelisah. Galau tingkat dewa. Stres hingga sulit tidur. Itu gambaran perasaan ketika difitnah. Sangat tidak berlebihan ketika dikatakan bahwa fitnah lebih kejam dari pembunuhan. Lalu ketika fitnah itu datang, orang merasa perlu membantahnya. Mengklarifikasi. Berusaha meyakinkan bahwa tidak seperti itu yang sebenarnya. Tapi tahukah bahwa bantahan dan klarifikasi itu sebenarnya sesuatu yang tidak berguna?. Yang percaya dan meyakini gunjingan itu tentu tidak akan serta merta berubah menjadi tidak percaya. Yang sejak awal tidak percaya, tidak memerlukan bantahan.

Orang yang menyebarkan cerita buruk tentang kita dengan racikan bumbu overdosis adalah orang yang sejak awal memang tidak menyukai kita apapun yang kita lakukan. Apapun yang kita lakukan tidak akan mengubah mereka. Tidak ngefek karena sinyal sudah tidak terkoneksi dengan baik. Kita berbuat baik, kata mereka pencitraan. Kita berbuat buruk, akan semakin menebalkan keyakinan bahwa kita tipe orang yang kaleng-kaleng, persis remahan peyek melempem di sudut toples

Lalu bagaimana?. Diamkan saja. Cuekin. Bodo amat. Emang kita pikirin. Nanti juga mereka lelah bin capek. Atau bahkan kesal karena kita tak bergeming dengan segala maneuver mereka. Jangan keluarkan energy hanya untuk orang seperti itu. Buang-buang waktu saja.

Tapi kan citra kita akan buruk?. Citra apa?. Citra itu persepsi orang tentang kita. Orang yang membangun persepsi tentang kita hanya berdasar dari gunjingan bukanlah orang baik. Bukan pula orang cerdas. Itu adalah manusia yang kecerdasannya berada di level sangat rendah. Kenapa?, karena dia percaya sesuatu tanpa konfirmasi. Tidak tabayyun dulu.

Kenapa harus risau jika citra jelek di mata orang bodoh dan jahat?. Yang perlu dilakukan adalah membangun citra positif di mata orang-orang cerdas dan obyektif. Mengapa harus menghabiskan waktu agar kita terlihat keren di mata seekor keledai?. Sia-sia.

Sooo, fokuslah untuk berbuat baik, membangun kinerja baik, meningkatkan penegtahuan, keterampilan dan membangun keahlian. Jangan merespon gossip-gosip murahan yang tak penting. Jangan habiskan waktu untuk risau soal itu, apalagi galau level akut dan jangan pula membantahnya

Boleh jadi mereka kesal karena hidup kita terlalu keren, dan level itu tidak sanggup mereka raih. Sirik tanda tak mampu. Lalu mereka mengarang cerita buruk untuk menghibur diri. Dan hanya itulah kemampuan mereka untuk menyaingi kita.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *