PGRI BONDOWOSO

Trik Menulis Fiksi

Rofika

SDN Kemirian 1 Kecamatan Tamanan

 

Sesi kedua kegiatan Nulis Bareng Pak Dhe adalah pemaparan materi tentang Trik Menulis Fiksi dengan pemateri Ibu Sulistiani, S.Pd. Beliau adalah alumni dari Nulis Bareng Pak Dhe. Dalam kesempatan ini selain memberikan pencerahan, beliau juga menceritakan pengalamannya selama bergabung di kegiatan Nulis Bareng Pak Dhe

Ada 4 trik menurut Ibu Sulistiani, S.Pd untuk menulis fiksi, yaitu: menentukan tema, menentukan judul, membuat struktur/ mind map/ kerangka tulisan, dan yang terakhir adalah editing atau kurasi tulisan

Trik pertama untuk menulis fiksi adalah menentukan tema. Penulis dapat menentukan tema terlebih dahulu sesuai yang diinginkan. Tema fiksi atau tema non fiksi. Karena tulisan ini ruang lingkupnya adalah fiksi, maka akan diuraikan informasi seputar fiksi. Fiksi adalah karya sastra yang merupakan cerita khayalan atau cerita rekaan. Fiksi bukanlah karya sastra yang dibuat dari mengkaji keilmuan dan pengalaman seperti non fiksi. Fiksi juga bukan merupakan karya naratif yang berisi kebenaran sejarah atau cerita sebenarnya. Menurut Kamus Besar Bahasa Indonesia (KBBI) fiksi merupakan cerita rekaan, khayalan, imajinasi dari penulisnya dan ditulis tidak berdasarkan kejadian yang sebenarnya namun murni timbul dari khayalan dan pikiran penulisnya sendiri

Menentukan judul tulisan merupakan trik kedua dalam menulis fiksi. Yang bisa dilakukan oleh penulis adalah membuat riset kecil-kecilan tentang trend yang saat ini sedang berkembang dan ramai dibicarakan di masyarakat. Bisa juga membuat riset tentang tema yang selalu digemari sepanjang musim seperti tema perselingkungan yang saat ini sedang menyasar ibu-ibu rumah tangga. Setelah itu tuangkan judul dalam kalimat yang yang bombastis sehingga dengan hanya melihat judulnya saja orang akan mudah tertarik.

Trik selanjutnya adalah menyusun kerangka tulisan/ mind map. Yang perlu diingat adalah bahwa penulis adalah penentu takdir terhadap cerita yang dibuat. Penulis bisa menuliskan apapun dalam cerita fiksi. Bebas sebebas-bebasnya. Bebas mengekspresikan imajinasinya dan boleh berkhayal tingkat tinggi.

Kerangka tulisan secara garis besar terbagi dalam 3 bagian, yaitu: pendahuluan, inti cerita dan ending cerita. Pada bagian pendahuluan hal yang dituliskan bisa berupa setting tempat, penokohan, dan karakter tokoh yang akan ditulis. Kemudian buatlah opening dalam rangkaian kalimat yang menarik.

Di bagian inti cerita, penulis bisa menentukan bagian mana yang akan dihadirkan. Bagian ini adalah bagian penting yang menjadi inti cerita. Kemudian penulis bisa menentukan apakah ada konflik dalam ceritanya ataukah tidak ada konflik.

Penggunaan dialog tag juga perlu ditambahkan agar cerita bisa lebih hidup dan menarik perhatian pembacanya. Sebelum dilanjutkan ada baiknya perlu diketahui apakah dialog tag itu. Dialog tag merupakan frase yang mengikuti dialog dan menginformasikan identitas si pengucap dialog. Dialog tag ditandai dengan kata: ujar, sapa, kata, sahut, gerutu, bisik, teriak dan sebagainya.

Dialog tag bisa berada di awal dan bisa juga berada di akhir kalimat. Contoh dialog tag yang berada di awal:

  1. Adi berteriak, “Jangan ambil mainanku!”
  2. Edo berbisik, “Aku mencintaimu,”

Contoh dialog tag yang berada di akhir:

  1. “Selamat tidur, Sayang,” desah Sinta
  2. “Sungguh, bukan aku pelakunya,” jerit Sinta

Setelah pendahuluan, dan inti cerita maka bagian akhir dari sebuah cerita fiksi adalah ending atau akhir cerita. Bagian ending cerita ini bisa dibuat dengan akhir cerita yang sedih (sad ending) atau akhir cerita yang bahagia (happy ending). Terserah pada pilihan penulis.

Trik paling akhir dalam menulis fiksi atau trik yang keempat adalah editing atau kurasi tulisan. Editing atau kurasi memegang peran yang sangat penting sebelum tulisan dikirimkan pada penerbit. Meskipun pada akhirnya penerbit juga akan melakukan editing, namun sebagai penulis juga perlu memiliki kemampuan untuk melakukan editing.

Demikianlah trik-trik yang bisa dilakukan dalam menulis fiksi. Dengan trik-trik tersebut maka akan lebih memudahkan dalam menulis fiksi. Teruslah berkarya, teruslah melambungkan imajinasi, teruslah mengkhayal karena dengan hal itulah kita kaya ide untuk menulis.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *