PGRI BONDOWOSO

Kesan Koncab PGRI Cermee

Kesan Koncab PGRI Kecamatan Cermee

 

Hidup guru, Hidup PGRI, Solidaritas yess….

Pada hari senin tanggal 5 April 2021 saat matahari menampakkan wajahnya di ufuk timur sekitar jam 6 pagi saya duduk ditepi jalan dengan berpakaian kebanggaan batik kusuma bangsa PGRI, tak sabar menunggu datangnya sahabat pengurus PGRI Kabupaten Bondowoso bapak Slamet. sesekali menoleh ke kanan ke kiri dipenghujung jalan berharap munculnya jemputan mobil yang akan bersama-sama mendatangi konferensi cabang Kecamatan cermee. 5 menit selanjutnya tak lama yang ditunggu telah datang dengan wajah khas senyumnya sahabat kita ini sambil menyapa ayo bang kita berangkat! Serunya. Sambil sedikit berlari kecil saya beranjak dari tempat duduk menggendong tas kesayangan masuk membuka pintu mobil duduk disamping sopir yang murah senyum tadi. Tegur sapa dan canda guraupun berlalu selama perjalanan, dan berkata kita lewat mana ya bang jalan ke rumah pak Nur kholis ? oke saya jawab lewat jalan pintas saja lebih cepat arah jambesari kemudian koncer kidul. 

Tak berapa lama hampir 15 menit sudah tiba di rumah pak nur kholis, turunlah kami dari dalam mobil dan dipersilahkan masuk duduk diruang tamu, berdecak kagum melihat suasana ruang tamunya almari semunya penuh dengan buku, dalam hati berbisik kapan ya saya punya seperti itu?, lamunanku terhenti ketika ada suguhan kopi khas arabika dari wringin, wah ini sudah lama tidak menikmati kopi asli khas wringin bondowoso rasanya sungguh luar biasa mantab. Pak nur kholis berkata monggo pak mumpung masih panas kopinya!, kami pun segera mencicipinya dan sambil acungkan jempol mantab. Sesekali tengok jam dinding sudah menunjukkan jam 7 sambil berucap ayo pak agar tidak terlalu siang katanya pak slamet, kamipun serentak ayoo…. Dan tiba-tiba pak nur kholis mengambil salah satu buku ini loh pak bagus buku ini, judulnya Guru gokil murid unyu, maka bergegaslah kami bertiga naik mobil berangkat ke lokas koncab Kecamatan Cermee, dikursi belakang sayapun duduk sambil baca-baca buku yang dipinjami tadi hanya sampai bab 1 saja sudah mengatakan buku ini bagus isinya. 

Selama perjalanan terjadi diskusi kecil tentang rencana PGRI ke depan, banyak ide-ide cemerlang yang perlu diagendakan salah satunya tentang peningkatan kompetensi guru melalui SLCC PGRI Bondowoso, dan kita berharap PGRI Bondowoso lebih berwarna positif demi terciptanya Guru masa depan. Hampir 45 menit perjalanan tak terasa sudah sampai lokasi Koncab kecamatan cermee tepatnya di SDN Ramban Wetan 1, dengan sedikit gugup karena yang pertama kali saya menginjakkan kaki tapi dengan semangat yang kuat pikiran itu hilang, kami pun disambut dengan ramah oleh panitia dan sahabat PGRI Cermee dan dipersilahkan singgah sebentar di kantor Korwil Cermee, ternyata bapak korwil Haryanto sudah lama kenal akhirnya canda riapun tak terelakkan.

Waktu sudah menunjukkan jam 08.30  acara koncab Kecamatan Cermee akan segera dimulai kami diminta untuk segera memasuki ruangan, sangat terharu dan bangga didalam sudah banyak sahabat-sahabat guru berpakaian kusuma bangsa, hati terasa semakin bergetar saat MC membuka acara dengan yel yel PGRI, Hidup Guru, Hidup PGRI, Solidaritas Yess. dan rangkaian acara koncap dimulai sambutan oleh Bapak Korwil dan Panitia, banyak undangan elemen-elemen masyarakat yang hadir Camat, Polisi, Dewan Pendidikan, MWC NU, dan lain-lain, harapan pgri kecamatan cermee oleh Bapak Haryanto untuk mengawal peningkatan kompetensi dan profesional guru dan membantu program pemerintah mencerdaskan anak bangsa, diperlukan suatu inovasi sosok guru figur terutama di kecamatan cerme, diharapkan 5 tahun kedepan ada perubahan. Wijianto pengurus lama juga menyampaikan permohonan maaf terhadap anggota PGRI selama memimpin 10 tahun dengan dua periode, ada nilai pokok yang disampaikan bagaimana syarat sosok seorang pemimpin yaitu jiwa loyalitas yang tinggi dan siap 24 jam untuk mengabdikan diri untuk organisasi, dan pemimpin itu memiliki integritas ada pengakuan dari berbagai pihak. Dan PGRI Kecamatan cermee melaksanakan koncab ini dengan cara demokrasi sehingga menjadi contoh demokrasi dimulainya dari PGRI.

Suasana sudah agak siang sepertinya peserta koncab tidak sabar lagi menunggu proses pemilihan pengurus dimulai, sesi acara diserahkan ke pengurus kabupaten untuk melaksanakan proses pemilihan dan ada sesi tanya jawab sebentar kemudian pengenalan diri oleh masing-masing calon pengurus F1, F2, dan F3. panitia pemilihan sudah mempersiapkan perlengkapannya salah satunya kotak suara dan surat suara dan menjelaskan cara pemungutan suara terhadap peserta koncab. Di panggilah satu persatu pemilik hak suara ke bilik yang disediakan dan memasukkannya ke kota sesuai warna kartu suara, hampir satu jam berlalu proses ini berlangsung, dan tibalah saatnya penghitungan dimulai dengan dada berdebar tak sabar siapakah yang terpilih dari beberapa calon untuk periode 2021-2026, karena F3 calon tunggal maka penghitungan dimulai membuka kotak suara F3, dibantu panitia satu persatu menghitung kartu suara dan menyebutkan perolehan suara dan merekapitulasinya. Dan tibalah kotak suara berikutnya F2 dan F1 pada penghitungan suara pertama terjadi kejar mengejar perolehan cukup berimbang akan tetapi menjelang pertengahan sudah tampak salah satu mendominasi, suara peserta gemuruh mengatakan sambeli lah sapenah! Begitu ucap mereka. Dan akhirnya terpilihlah pengurus baru PGRI Cabang Kecamatan Cerme sebagai berikut :

  1. F 1 : Yudhi Herdiyanto, M.Ag.
  2. F 2 : Nurhasan, S.Pd.
  3. F 3 : Pathorrozi, S. Pd. SD.

Demikian liputan singkat perjalanan Koncab PGRI Kecamatan Cermee semoga pengurus terpilih menjalankan amanah ini dengan sungguh-sungguh demi kemajuan dan peningkatan kompetensi guru khususnya di kecamatan cermee, sekian terima kasih

Penulis : Kurdi_SLCC

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *