PGRI BONDOWOSO

Ramadhan, Momentum Membumikan Pendidikan Karakter

Rofika

SDN Kemirian 1 Kecamatan Tamanan

Bulan Ramadhan telah tiba. Bulan suci yang selalu dirindukan oleh kaum muslim di seluruh penjuru dunia. Bulan penuh berkah yang selalu diharapkan kehadirannya. Bulan yang diyakini sebagai bulan istimewa untuk menyucikan diri. Melatih mengendalikan nafsu dengan menahan diri dan menghindari dosa serta maksiat lahir dan batin. Menahan diri dari melihat dan berpikir yang tidak baik. Oleh karena itu maka sangatlah tepat apabila Ramadhan dijadikan momentum untuk membumikan pendidikan karakter. Ramadhan merupakan bulan pendidikan (syahrul tarbiyah). Pendidikan yang tidak hanya berfokus pada latihan saja, namun lebih pada proses pembiasaan untuk mengkonstruksi tumbuhnya karakter-karakter positif. Bulan Ramadhan yang di dalamnya ada kewajiban untuk berpuasa akan menjadi proses internalisasi nilai-nilai pendidikan dan kemanusiaan.

Sekolah adalah tempat yang mempunyai peran strategis untuk membentuk karakter dan mengembangkan nilai-nilai dengan menciptakan situasi yang kondusif dan demokratis. Oleh karenanya maka dalam bulan Ramadhan ini sekolah mempunyai peluang yang baik untuk mewujudkannya. Sekolah bukan hanya sebagai tempat untuk belajar meningkatkan kemampuan intelektual saja, namun juga membantu siswa untuk mengembangkan emosi, mencetak moral dan melatih bersosialisasi dalam bermasyarakat. Hal tersebut dapat diwujudkan melalui kegiatan pembelajaran yang terencana dalam melatih dan membimbing siswa untuk menerapkan nilai-nilai karakter secara konseptual dan kontekstual. Diharapkan dengan kegiatan pembelajaran tersebut siswa dapat tumbuh menjadi generasi penerus bangsa yang berkarakter dan mampu memmbawa bangsa ini menjadi bangsa yang bermartabat..

Jika di luar Ramadhan sekolah-sekolah mempunyai kecenderungan melebihkan porsi untuk mengisi kognitif para siswa, maka bulan Ramadhan ini akan menjadi penyeimbang untuk memfokuskan pada ranah afektif. Bulan Ramadhan akan menjadi bulan tarbiyah untuk mengasah mental agar terbentuk jiwa yang mempunyai kepedulian sosial. Bulan Ramadhan juga merupakan bulan yang efektif untuk melakukan upaya-upaya memasukkan nilai moral dalam interaksi yang positif melalui proses belajar dan beribadah

Membumikan pendidikan karakter di bulan Ramadhan dapat dilakukan dengan memberikan penguatan nilai secara verbal dan non verbal. Penguatan nilai secara verbal dapat dilakukan dengan cara memberikan motivasi, nasehat, dan cerita. Motivasi, nasehat dan cerita dapat dikemas dalam bentuk penyampaian kisah yang berisi keteladanan Rasulullah SAW dan para sahabatnya atau kisah menarik yang ada dalam Al-Qur’an dan hadist.

Penguatan nilai secara non verbal bisa dilakukan dengan cara pembiasaan perilaku baik dan keteladanan. Pembiasaan perilaku baik bisa dimulai dari hal-hal kecil yang mampu dilakukan siswa. Apabila pembiasaan berperilaku baik ini dilakukan secara teratur dan berkesinambungan, maka akar dari nilai-nilai tersebut semakin hari akan semakin kokoh dan mendarah daging. Sifat hanya akan terbentuk dari pembiasaan. Sebuah hukum menyatakan: sesuatu yang diulang-ulang akan menjadi kebiasaan. Kebiasaan yang diulang-ulang akan menjadi adat. Adat yang diulang-ulang akan menjadi sifat. Praktik nyata pembiasaan yang bisa dilakukan di bulan Ramadhan adalah menghindari diri dari perkataan yang tidak baik, karena perkataan yang tidak baik dapat membatalkan puasa.

Pembiasaan berperilaku baik tentunya tidak terlepas dari keteladanan seorang pendidik. Keteladanan adalah bagian dari mendidik. Agar bisa diteladani maka terlebih dahulu seorang pendidik harus mempunyai budi pekerti yang baik. Seorang pendidik juga perlu memiliki kesadaran akan perannya secara sederhana namun efektif dalam membangun karakter yang berkesinambungan. Selain itu juga harus peka melihat banyaknya tantangan global ynag dapat merusak kepribadian siswa sehingga bisa mengambil tindakan antisipasi.

Implementasi pendidikan karakter di bulan Ramadhan yang bisa dilakukan meliputi: integrasi pengembangan diri, integrasi mata pelajaran dan integrasi budaya sekolah. Pengintegrasian pengembangan diri diterapkan dalam pembiasaan sikap dan perilaku seperti: tegur sapa dengan mengucapkan salam, tadarus bergiliran, sholat tarawih dan pesantren Ramadhan. Kegiatan integrasi pengembangan diri ini dapat menjalin kemitraan dengan guru ngaji/ ustadz/ imam masjid yang dibuktikan dengan buku agenda kegiatan Ramadhan.

Implementasi pendidikan karakter selanjutnya adalah mengembangkan nilai-nilai pendidikan karakter yang diintegrasikan dalam setiap mata pelajaran dan dicantumkan dalam silabus dan RPP. Setiap mata pelajaran memiliki nilai-nilai sendiri yang akan ditanamkan pada siswa. Hal ini dikarenakan tiap mata pelajaran memiliki karakteristik yang berbeda-beda. Dalam bulan Ramadhan maka integrasi nilai karakter bisa dilakukan dengan berdo’a sebelum memulai pembelajaran. Menuliskan kebaikan dan amal ibadah apa saja yang telah dilakukan sesuai dengan konteks mata pelajaran yang disampaikan saat itu.

Integrasi budaya sekolah dapat dilakukan dengan memfasilitasi kegiatan sosial yang biasa dilakukan pada bulan Ramadhan, contohnya adalah bersedekah. Sedekah merupakan salah satu bentuk kepedulian sosial terhadap yang membutuhkan. Dalam sebuah penelitian dikatakan bahwa berbagi dengan sesama dan saling memberi akan berpengaruh langsung pada organ otak yang berhubungan dengan reward processing, yang akan berdampak pada peningkatan rasa bahagia.

Dalam sebuah hadist Rasulullah yang diriwayatkan oleh At-Tirmidzi dijelaskan: “Dari Anas dikatakan, “Wahai Rasulullah, sedekah apa yang nilainya paling utama?. Rasulullah menjawab, “Sedekah di bulan Ramadhan”. Rasulullah juga memperbanyak sedekahnya di bulan Ramadhan sebagaimana diriwayatkan oleh Bukhari dan Muslim berikut ini: “Rasulullah SAW adalah orang yang paling dermawan di antara manusia lainnya, dan ia semakin dermawan saat berada di bulan Ramadhan. Dari kedua riwayat tersebut mengisyaratkan kepada kita kekhususan dan keutamaan bersedekah di bulan Ramadhan.

Dengan pembiasaan-pembiasaan aktifitas di bulan Ramadhan, maka karakter-karakter positif  tersebut akan terus terbawa meski Ramadhan telah berlalu. Karakter-karakter positif itu akan membumi dengan kokoh dan selalu dijiwai oleh semangat Ramadhan yang akan selalu ada dalam setiap sendi kehidupan. Perubahan perilaku positif sudah seharusnya ada sebagai output dari madrasah Ramadhan ini. Semoga.

 

1 komentar untuk “Ramadhan, Momentum Membumikan Pendidikan Karakter”

  1. Setiap detik adalah keputusan dari belajar, agar tidak salah dalam belajar hrs ada guru , guru yg terbaik adalah pengalaman, pengalaman yg luar biasa adalah sejarah, sejarah yg hebat sdh tertulis di Al Qur’an. Terima kasih Rofika smg kita termasuk orang-orang yg beruntung dunia aqirat.aamiin yra

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *