PGRI BONDOWOSO

DIBALIK EUFORIA PEMBELAJARAN TATAP MUKA

Oleh : Wiyono WW

Setelah satu tahun lebih melaksanakan Pembelajaran Jarak Jauh akibat Pandemi COVID-19, akhirnya sekarang, kita sudah bisa mulai melaksanakan Pembelajaran tatap muka. Euforia ini dirasakan oleh Siswa, Wali Murid dan juga Guru. Kegembiraan siswa yang diiringi semangat tinggi untuk dapat lagi bersekolah dengan normal, belajar didalam kelas, dan berinteraksi dengan teman-teman disekolah. Orang tua juga bergembira karena sudah bisa melihat lagi putra-putri belajar dengan normal.

Proses Belajar dari Rumah yang sudah dilaksanakan secara daring maupun luring dirasa tidak dapat memenuhi kebutuhan belajar siswa. Dengan segala kelebihan dan kekurangan sistem belajar daring dan luring juga mempengaruhi psikologis anak. Karena anak-anak merasa tidak terpenuhi kebutuhan belajarnya. Anak-anak merindukan belajar secara normal seperti sedia kala. Interaksi sosial dilingkungan sekolah bersama teman dan bapak/ibu guru.

Namun dibalik eoforia ini di negara India saat ini mengalami serangan COVID-19 gelombang kedua. Ribuan masyarakat India terserang penyakit ini. Dan bahkan mencapai 2000-an orang meninggal setiap harinya. Menurut pakar kesehatan India hal ini disebabkan karena warga India yang tidak disiplin dalam melaksanakan protocol kesehatan dalam kehidupan sehari-harinya.

Berkaca pada kejadian di India, agar Pembelajaran Tatap Muka ini tetap bisa kita laksanakan, kita harus tetap meningkatkan kedisiplinan dalam menjalankan protokol kesehatan dalam kehidupan sehari-hari. Sekolah harus tetap mematuhi dan melaksanakan Protokol kesehatan yang ketat. Pandemi COVID-19 belum berakhir. Mari jangan lengah agar proses belajar mengajar ini bisa tetap terlaksana dengan baik dan maksimal.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *