PGRI BONDOWOSO

DESAIN MANUSIA BERTEMU TAKDIR-NYA DI MASA COVID-19

Oleh: Diajeng Yayuk

SMPN 1 Prajekan

 

PERTEMUAN DUA ANAK MANUSIA

Sendi-sendi kehidupan manusia tentulah banyak cerita, ada cerita suka, ada cerita duka dan cerita ini akan terus ada, selama bumi ini masih berputar.

Dalam perputaran waktu sebanyak 24 jam, ada cerita mengenai dua anak manusia yang saling bertemu, saling berkenalan, saling jatuh cinta dan akhirnya mengikrarkan ingin melanjutkan ke jenjang pernikahan.

Untuk melanjutkan ke jenjang pernikahan otomatis kedua belah pihak keluarga terebut, harus saling berkenalan ,di mana di negara Indonesia ini yang terdiri dari banyak suku dan juga banyak adat istiadat yang tidak pernah dan tidak boleh dibiarkan dan ditinggalkan.

Adat istiadat dan  budaya akan menjadi sebuah tradisi dan tradisi itu tidak akan hilang selama kita yang berada di suku Jawa, utamanya tidak bisa hilang begitu saja, karena setiap keluarga, setiap anak yang sudah beranjak dewasa, yang sudah diberi jodoh oleh Allah,pastinya akan menyampaikan keinginannya untuk melanjutkan ke jenjang pernikahan. Disampaikannya dengan gamblang kepada kedua belah pihak keluarga tersebut, baik itu dari pihak laki-laki dan juga dari pihak perempuan.

Di pulau Jawa tempat saya berdomisili, ada dua suku yaitu:  suku Jawa dan suku Madura. Kebetulan ini terjadi pada keluarga suku Madura. Apabila ada dari atau di antara suku Madura yang sudah bertemu jodoh, harus memperkenalkan keluarga dari pihak laki-laki, dan dari keluarga pihak laki-laki harus datang, berkunjung ke keluarga pihak perempuan, di sana keluarga pihak laki-laki harus menyatakan keinginannya bahwa akan meminang anak putri dari keluarga pihak perempuan.Kata orang tua dahulu ada sebutannya yaitu : ” moghel Oca’ “.

Kebiasaan ini sudah menjadi adat tradisi zaman dahulu, dan  dilanjutkan sampai sekarang ,ada pertemuan dari pihak laki-laki dan perempuan. Yang jelas di awal adalah acara pertunangan untuk mengikat bahwa si anak perempuan sudah menjadi pasangan dari seorang perjaka yang telah memilih pujaan hatinya.

Apabila ada acara pertunangan, pihak perempuan pasti sudah menyiapkan segala macam hidangan untuk menerima tamu dari pihak keluarga laki-laki dan dari pihak laki-laki harus membawa seserahan, ini menjadi keharusan ,walaupun seserahannya mulai dari tingkat sederhana sampai tingkat yang super puber mewah, seserahan itu akan disampaikan kepada pihak perempuan.

Pertemuan dua anak manusia ini adalah kuasa Allah, dimana pertemuan dua anak manusia laki-laki dan perempuan sudah tertera di surat ar-rum ayat 21, ” Dan diantara tanda-tanda kekuasaan-NYA, ialah Dia menciptakan untuk kalian istri-istri dari jenis kalian sendiri Siti hawa tercipta dari tulang rusuk Nabi Adam sedangkan manusia yang lainnya tercipta dari air mani laki-laki dan perempuan supaya kalian cenderung dan merasa tenteram kepadanya supaya kalian merasa betah dengannya dan dijadikannya diantara kamu sekalian semuanya rasa kasih sayang sesungguhnya pada yang demikian itu hal yang telah disebutkan itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir yakni yang memikirkan tentang ciptaan Allah SWT”, dari tafsir learning Quran.

 RANCANGAN AKAD NIKAH

Di dalam kehidupan manusia untuk menghadapi kelangsungan hidup ini, untuk mengisi kehidupan ini tentunya pasti akan ada rancangan kehidupan yang Afdol dan Super tingkat tinggi. Na!,  disini karena di awal disebutkan tentang pertemuan dua anak manusia dalam surat ar-rum ayat 21, tentunya yang dirancang adalah rancangan akad nikah, bagaimana akad nikah ini bisa berjalan lancar, mulus, sukses dan kedua belah pihak dari pihak laki-laki dari pihak perempuan semuanya bahagia dan senang, “Have Fun Family”.

Dirancang lah kapan hari akad nikahnya, jam berapa, di mana dan berapa undangan yang harus disebar kepada para keluarga,juga  para tetangga. Biasanya sudah banyak yang datang dan membantu apabila acara tersebut sudah berdekatan waktunya.

Ada bantuan untuk membuat lembaran-lembaran undangan akad nikah atau undangan resepsi pernikahan, ada yang membantu bagian konsumsi, itu tugasnya para ibu-ibu ,ada yang membantu bagian perlengkapan, bagian hal yang berat-berat biasanya itu khusus untuk tenaga Bapak-bapak.

Karena rancangan program kegiatan untuk mempertemukan dua anak manusia sudah disepakati artinya dari pihak perempuan sudah menyebar undangan sudah telepon sana, telepon sini, kirim wa sana untuk keluarga dekat ( maksudnya keluarga sedarah ), baik itu di daerah terdekat ataupun dari luar daerah , ataupun saling berdekatan tempat tinggalnya ataupun dengan dengant degan tali persaudaraan baik dari pihak laki-laki, ( suami istri ) maksudnya dari pihak wanita, tentunya sudah memberikan informasi atau dengan sebutan ” Ulem-ulem”, kepada saudara-saudara bahwa sebelum tanggal akad nikah meminta tolong untuk membantu dan hadir ke kediaman sohibul hajat ,karena ada akad nikah.

Akhirnya semua saudara-saudara yang jauh, yang dekat datang ke tempat yang telah ditentukan dan tentunya tempat sudah disiapkan, disiapkan apabila saudara datang dari jauh, kalau misalnya ada dana tentunya menyewa losmen ataupun hotel yang terdekat, namun untuk acara ini karena ada rumah kosong yang berdekatan dengan tempat akad nikah dan juga yang punya adalah teman sendiri, sehingga tetamu itu yang sebagai saudara-saudara dekat itu, namun tempatnya jauh di luar kota, mereka semua ditampung di satu rumah yang kebetulan rumah itu bangunan baru dan masih kosong, belum ada ada peralatan, namun untuk MCK sudah disediakan ,sehingga semuanya dipermudah.

Karena sudah cukup beristirahat, lelah sudah hilang rasanya, sekarang bagian ibu-ibu yang membantu di bagian dapur , ada yang menggoreng kerupuk, ada yang membuat bumbu dan banyak lagi yang lainnya. Sehingga semuanya sudah selesai ,yang memang sudah dipersiapkan dan yang sudah ditata dengan matang.

Rancangan akad nikah ini sudah matang sekali, bahwa tempat Akad Nikah di masjid Al-arif, yang diundang ada 180 orang, dari keluarga besar pihak laki-laki dan keluarga besar pihak perempuan serta teman-teman dari pihak keluarga, teman-teman dari pihak pengantin wanita dan waktunya pun sudah ditentukan, namun apa hendak dikata.

Keluarga besar dari pihak perempuan, tiba-tiba di hari Selasa di antaranya Bapak ,Ibu dan dari calon pengantin perempuan, tiba-tiba merasa ada gejala yang tidak nyaman, merasa demam tinggi, merasa mual-mual dan akhirnya bersama-sama menuju ke Pak mantri kesehatan, disuntiklah, diberi obat . Itu kejadiaanya dari hari Selasa, Rabu dan Kamis, ternyata panasnya dan mualnya tidak turun-turun akhirnya

ISOMAN ( Isolasi Mandiri )

Akhirnya seluruh keluarga dilakukan suweb antigen, tidak berselang lama, lalu hasilnya bisa diketahui ternyata seluruh keluarga dari Bapak, Ibu dan dari calon pengantin hasilnya positif covid 19.

akhirnya semuanya amburadul , semuanya semua yang tertata dirancang dengan apik ternyata tidak bisa terlaksana dengan aman dan nyaman sesuai rancangan atau Desain.

Petugas Satgas covid-19 datang berlalu-lalang untuk memberikan informasi bagi keluarga-keluarga yang sudah dari kemarin berada di rumah tersebut di rumah kosong tersebut setelah dites Suweb Antigen, semuanya dinyatakan negatif dan diminta untuk kembali ke tempatnya masing-masing, ke kotanya masing-masing artinya mereka semuanya harus pulang.

BERTEMU TAKDIR

Apa hendak dikata kalau  Allah SWT ,mentakdirkan demikian, tidak ada yang dapat menolaknya.

Dalam kamus besar bahasa Indonesia takdir merupakan ketentuan atau ketetapan Allah SWT, yang telah ditetapkan sejak zaman azali, akan tetapi manusia tetap berusaha serta bertawakal selebihnya diserahkan kepada Allah SWT.

Sedangkan secara istilah takdir merupakan segala yang terjadi, sedang terjadi ,serta akan terjadi yang telah ditetapkan oleh Allah SWT, takdir yang baik, maupun yang buruk ,segala sesuatu yang terjadi atas rencana-NYA, pasti serta tertentu namun manusia diberi hak untuk berusaha sekuat tenaga.

Dari beberapa ayat Al-Quran dapat ditelusuri definisi ” takdir ” baik secara etimologi maupun terminologi , menurut M. Quraisy Shihab dalam wawasan Al-Quran: tafsir Maudhu’i atas pelbagai persoalan umat kata ” takdir ” terambil dari kata saudara berasal dari akar kata Qadar yang antara lain berarti mengukur, memberi, kadar atau ukuran sehingga jika berkata Allah telah menakdirkan demikian, maka itu berarti Allah telah memberi kadar, ukuran, batas tertentu dalam diri, sifat atau kemampuan maksimal maksudnya, dari sumber merdeka.com

Kalau sudah demikian manusia hanya bisa mendesain, tetapi Allah yang menentukan takdirnya, desain adalah rancangan, desain manusia artinya rancangan manusia, namun takdir Allah yang menentukan.

Sehingga setiap manusia yang hidup di bumi ini ,kalau sudah ditakdirkan oleh Allah, artinya itu adalah keputusan ditangan Allah SWT, kita tidak bisa menolak takdir ,manusia hanya bisa mendesain, takdir Allah yang menentukan.

Namun semua kejadian ini, kita ambil hikmahnya, karena Allah pasti akan memberikan rencana yang Indah pada akhirnya.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *