PGRI BONDOWOSO

MELAYANI DAN MENGABDI DI TENGAH PANDEMI

PROGRAM GULING (Guru Keliling) SMP NEGERI 2 TAMANAN :

MELAYANI DAN MENGABDI DI TENGAH PANDEMI

Oleh : Rica Susilowati, S. Pd

Pandemi covid-19 berimbas pada banyak bidang, tak terkecuali dunia pendidikan. Selama hampir dua tahun guru dan siswa terkungkung dalam sistem pembelajaran daring. Telepon selular yang sebelumnya hanya menjadi benda pelengkap bergeser menjadi barang pokok yang mau tidak mau wajib dimiliki oleh setiap siswa. Sehari-hari guru dan siswa berkutat pada paket data, memori dan keterjangkauan sinyal. Kondisi idealnya adalah seluruh siswa memiliki telepon selular, paket data terpenuhi, memori memadai dan sinyal memancar dengan baik. Namun seringkali kenyataan berbanding terbalik dengan harapan.

Seperti yang terjadi di SMP Negeri 2 Tamanan, yang notabene mayoritas siswanya tergolong masyarakat menengah ke bawah, tentu tidak semudah membalik telapak tangan untuk memiliki telepon selular. Beberapa wali murid mengeluhkan ketiadaan telepon selular sehingga menyulitkan anak-anaknya dalam mengerjakan tugas sekolah. Tak hanya itu, siswa yang memiliki telepon selular pun seringkali terbentur kendala, mulai dari memori yang tak memadai sampai sinyal yang tak bersahabat. Jangankan melakukan google meet, seringkali tugas melalui whatsapp tak tersampaikan dengan sempurna. Kendala-kendala semacam itu yang kemudian menggiring siswa terjebak dalam rasa jenuh bahkan putus asa.

Berdasar kondisi tersebut, lahirlah ide cemerlang dari Kepala SMP Negeri 2 Tamanan, Samsul, S. Pd, M.M. Pd, berupa Program GULING (Guru Keliling). Tujuan utama program ini adalah melayani dan membantu siswa keluar dari rasa jenuh dan putus asa karena keterbatasan media. Selain itu progam ini diharapkan mampu menjalin kembali ikatan batin yang kuat antara sekolah dan siswa setelah sekian lama tak bersua. Seperti yang disampaikan kepala sekolah dalam sebuah kesempatan bahwa pandemi covid-19 telah menggunungkan kerinduan, siswa rindu akan kehadiran guru begitu pula guru pun rindu pada siswanya.

Secara teknis, Program GULING ini tersebar di sepuluh wilayah antara lain : Kalianyar, Tamanan, Sumber Kemuning, Kemirian-Pocangan-Mengen, Wonosuko, Karang Melok-Sukosari, Sumber Anom, Jambesari, Pucang Anom dan Pejagan. Sepuluh wilayah tersebut terpecah menjadi 21 titik  dan setiap titik terdiri dari 10-32 siswa. Masing-masing guru bergantian berkeliling dari satu titik ke titik lainnya dengan periode dua kali dalam seminggu, setiap Selasa dan Kamis. Selebihnya pembelajaran tetap dilakukan secara daring. Bagi siswa yang tidak memiliki telepon selular, diarahkan membentuk kelompok dengan teman yang memiliki telepon selular dan tempat tinggalnya berdekatan.

Untuk meminimalisir penyebaran virus covid-19, penerapan protokol kesehatan diberlakukan secara ketat oleh guru dan siswa. Seluruh siswa diwajibkan memakai masker selama pembelajaran berlangsung. Bagi siswa yang tidak memiliki masker, sekolah membagikan secara gratis. Hand sanitizer juga selalu tersedia di lokasi belajar. Selain itu, siswa dikondisikan menjaga jarak satu sama lain. Dan bila ada siswa yang merasa tidak enak badan (demam/batuk/pilek), sekolah menyarankan untuk beristirahat di rumah dan diijinkan bergabung lagi dalam kelompok belajar jika sudah benar-benar sehat.

Selama Program GULING berlangsung semua berjalan lancar, tanpa ada hambatan berarti. Hanya saja sebagian siswa masih kurang berkonsentrasi terhadap materi yang disampaikan. Hal ini terjadi karena sekian lama siswa tak bertemu guru, sehingga memunculkan sedikit rasa canggung. Namun, lambat laun hal ini teratasi karena para guru mengemas materi  dengan menarik, sehingga siswa mampu menerima materi pelajaran dengan baik.

Diharapkan dengan adanya program ini tidak ada lagi siswa yang ketinggalan materi pelajaran karena keterbatasan media telekomunikasi. Selain itu, Program Guling bisa mengatasi rasa jenuh dan putus asa yang dirasakan siswa selama pandemi dan mencegah mereka putus sekolah. Walaupun banyak virus sekolah jalan terus!!.

20 komentar untuk “MELAYANI DAN MENGABDI DI TENGAH PANDEMI”

  1. Enge Rika Lilyana

    Alhamdulillah Allah memberikan kesempatan untuk bergabung di program Guling…semoga dapat menjadi inspirasi bagi pihak lain untuk terus berbagi hati …semangat selalu pejuang pendidikan…

  2. Tak selamanya duka itu membawa sengsara terkadang duka itu membawa kebahagiaan yang membara. Duka siswa pulalah (keterbatasan jaringan, paketan dll) yang membawa keluarga besar SMP DUTA menemukan konsep “Guling” Guru Keliling mengajar, melayani kehausan siswa akan ilmu dimasa pandemi hingga berhasil menyambut sinar mentari nan indah. SMP DUTA YES!

  3. Thanks for every other magnificent post. Where else may anybody get that kind of info in such a perfect manner of
    writing? I have a presentation next week, and I am
    on the search for such info.

  4. What i don’t understood is in fact how you are now not actually
    a lot more neatly-liked than you may be now. You’re very intelligent.

    You know thus significantly on the subject of this topic, made me
    for my part believe it from numerous varied angles.
    Its like men and women don’t seem to be fascinated except it’s something to do with Lady gaga!

    Your own stuffs nice. Always maintain it up!

  5. Howdy would you mind sharing which blog platform you’re using?
    I’m looking to start my own blog in the near future but I’m having a hard time choosing between BlogEngine/Wordpress/B2evolution and Drupal.
    The reason I ask is because your design seems different
    then most blogs and I’m looking for something unique.
    P.S Apologies for being off-topic but I had to ask!

  6. I’m impressed, I have to admit. Seldom do I encounter a blog that’s
    both educative and engaging, and let me tell you, you’ve hit the nail on the
    head. The problem is something that too few folks are speaking intelligently about.
    Now i’m very happy I found this in my hunt for something relating to this.

Tinggalkan Komentar

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *